alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cerita Pemilik Tuksedo Studio Bali Yang Tak Menyangka Terpilih Sebagai Pembuat Trofi WSBK

Eviera Paramita Sandi Kamis, 25 November 2021 | 13:29 WIB

Cerita Pemilik Tuksedo Studio Bali Yang Tak Menyangka Terpilih Sebagai Pembuat Trofi WSBK
Tuksedo Studio yang beralamat di kawasan Ketewel, Gianyar, Bali. [Foto : Suara.com/Imam Rosidin]

Menurutnya, capaian ini sebuah kebanggan karena dipercaya menjadi pembuat trofi ajang internasional.

Ia mengatakan trofi-trofi itu hanya dikerjakan  dalam waktu sebulan.

"Mulai dari asistensi, konsultasi, tak sampai sebulan dikerjakan," kata dia.

Ia menjelaskan Tuksedo Studio merupakan bengkel yang didirikan sekitar tiga tahun lalu. Bengkel ini khusus merancang bangun mobil-mobil balap klasik.

Jadi mobil-mobil klasik ini dibangun dengan cara manual seperti pembuatan mobil di awal tahun 1940-an.

"Kami itu membuat sesuatunyang custom dan khusus, ini marak di era tahun 40-an atau 100 tahun lalu. Dulu ga ada pabrik otomoatis yang dijalankan dengan robot," kata dia.

Ia mengatakan bengkelnya biasanya membuat mobil-mobil klasik yang sudah tak diproduksi lagi.

Menurutnya, banyak penggemar mobil yang ingin merasakan dan menaiki sensasi mobil klasik. Namun mobilnya sudah sangat jarang dan jika ada harganya sangat mahal.

"Eropa sudah banyak. Mobil yang sudah sangat mahal dan tak mampu membelinya kita membangun kembali ya," katanya.

Ia mengatakan mobil dibuat sedetail mungkin dengan material sama. Karena dibuat secara manual, dalam setahun hanya produksi 6 hingga 10 unit.

Meski demikian, harga mobil yang dibuatnya bisa mencapai Rp15 miliar hingga Rp 70 miliar untuk satu unit.

Komentar

Berita Terkait