alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Zona Merah Rabies di Jembrana Bali, Kasus Gigitan Anjing Tinggi

Eviera Paramita Sandi Selasa, 23 November 2021 | 06:50 WIB

Zona Merah Rabies di Jembrana Bali, Kasus Gigitan Anjing Tinggi
Petugas bersiap menyuntikkan vaksin rabies pada seekor anjing di Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (29/11). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto]

Sejumlah desa di Jembrana Bali masih dikatakan sebagai zona merah kasus rabies

SuaraBali.id - Sejumlah desa di Jembrana Bali masih dikatakan sebagai zona merah kasus rabies. Hal ini karena kasus gigitan anjing rabies juga masih tinggi.

Adapun desa yang masuk kriteria zona merah rabies di Jembrana Bali meliputi Desa Melaya, Desa Nusasari, Desa Blimbing sari, Desa Ekasari, Desa Tukadaya, Desa Manistutu, Desa Tuwed dan Desa Candikusuma.

Adapun untuk  Kecamatan Negara, Desa Baluk, Desa Tegal Badeng Barat, Kelurahan Lelateng, Banjar Kaliakah dan Banjar Baler Bale Agung.  Untuk di Kecamatan Jembrana zona merah rabies berada di Desa Batuagung, Banjar Bangintukadaya, Kelurahan Dauhwaru, Banjar Budeng, loloan Timur dan Banjar Sangkaragung.

Disebutkan bahwa di Desa Sangkaragung kasus rabies yang terjadi di sana merupakan kasus titipan dari Desa Nusasari.

“Untuk di Kecamatan Mendoyo, wilayah yang dikatagorikan zona merah rabies diantaranya, Desa Yehembang dan Mendoyo Dangintukad. Untuk Kecamatan sampai saat ini masih bersih hanya Kecamatan Pekutatan,” terang , Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan Kesmavet) pada Dinas Pertanian dan Pangan kabupaten Jembrana I Wayan Widarsa Senin (22/11/2021).

Maka dari itu Dinas Pertanian dan Pangan di bidang Kesehatan Hewan Kabupaten Jembrana terus gencar melakukan vaksinasi rabies. Tidak hanya terhadap anjing liar tapi juga terhadap hewan peliharaan warga.

Khusus untuk kasus gigitan anjing rabies khusus di kawasan zona merah, Dinas sendiri terus gencar melaksanakan vaksinasi ke Desa. Seperti Desa Manistutu, Kecamatan Melaya yang beberapa waktu lalu terdapat 3 kasus gigitan.

Dua diantara kasus tersebut ada korban gigitan dan 1 tanpa gigitan dan sudah mendapat penanganan langsung dari Puskesmas setempat.

Wayan Widarsa mengatakan, sebagai bentuk minimalisir penyebaran gigitan anjing rabies, pihaknya menyasar hewan peliharaan milik warga untuk disuntik vaksin

“Sebenarnya saat terjadi kasus dan hasil sudah keluar dari lab, kita sudah turun langsung kedesa tersebut, hari ini kita turun lagi agar vaksinasi menyeluruh semua. Hari ini juga kita berhasil menvaksin sebanyak 122 ekor yaitu di Banjar Kemoning sebanyak 55 ekor, Banjar Ketiman Kaja sebanyak 46 ekor dan Banjar Pendem 21 ekor,” terangnya.

Komentar

Berita Terkait