Pantai Lovina, Wisata di Bali Utara yang Punya Sejarah Panjang Dengan Sosok Pandji Tisna

Menyinggung sejarah tentang Lovina, tentunya tidak bisa lepas dengan sosok Anak Agung Panji Tisna yang juga sering ditulis Pandji Tisna.

Eviera Paramita Sandi
Sabtu, 23 Oktober 2021 | 14:10 WIB
Pantai Lovina, Wisata di Bali Utara yang Punya Sejarah Panjang Dengan Sosok Pandji Tisna

Akhirnya, Lovina "menguasai" tidak kurang dari 6 pantai desa asli. Deretan Pantai tersebut berada di 2 (dua) wilayah kecamatan bersebelahan, yaitu Kecamatan Buleleng dan Kecamatan Banjar.

Yang ada di Kecamatan Buleleng, yaitu Pantai Binaria di desa Kalibukbuk, pantai Banyualit didesa Banyualit, Pantai Kubu Gembong di desa Anturan/Tukadmungga, Panta Hepi di desa Tukadmungga, Pantai Penimbangan di desa Pemaron.

Sedangkan di Kecamatan Banjar, adalah Pantai Tukad Cebol di Kampung Baru (Kaliasem), pantai Temukus didesa Temukus.

 Semua pantai terebut bergabung dalam nama Pantai Lovina. Sedangkan, nama kawasan resmi adalah "Kawasan Wisata Kalibukbuk".

Lovina pembawa berkah untuk masyarakat Lovina yang sejak lahir ditolak, tidak diakui, diragukan, dicurigai. Namun sekarang, Lovina telah membawa berkah untuk banyak orang.

Impian Anak Agung Panji Tisna sejak 1953, telah terwujud. "Love" dan "Ina" yang diartikan sebagai Love Indonesia, tidak sesuai dalam konteks Panji Tisna.

Istilah “Ina” adalah singkatan untuk kontingen atau rombongan atlet Indonesia untuk Asian Games 1963. Sedangkan, Lovina didirikan pada tahun 1953.

Menurut Panji Tisna, Lovina memiliki makna filosofis, campuran dua suku kata "Love" dan "Ina". Kata "Love" dari bahasa Inggris berarti kasih yang tulus dan "Ina" dari bahasa Bali atau bahasa daerah yang berarti "ibu".

Menurut penggagasnya, Anak Agung Panji Tisna, arti "Lovina" adalah "Cinta Ibu" atau arti luhurnya adalah "Cinta Ibu Pertiwi". (diolah dari berbagai sumber)

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak