Cerita Rakyat Bali Manik Angkeran, Kisah di Balik Asal Usul Selat Bali

Manik Angkeran merupakan anak seorang Brahmana sakti namun karena keserakahan anaknya yang gemar berjudi.

Pebriansyah Ariefana
Rabu, 20 Oktober 2021 | 08:20 WIB
Cerita Rakyat Bali Manik Angkeran, Kisah di Balik Asal Usul Selat Bali
Cerita Rakyat Bali Manik Angkeran (Dongeng Kita/https://www.youtube.com/watch?v=thO2oOAPG28)

Ia ingin membunuh Naga Besukih dan menguasai hartanya. Ia menghunus pedang dan menyabetkannya ke tubuh Naga Besukih. Naga Besukih terluka, la tak menyangka kalau Manik Angkeran akan membunuhnya.

Naga Besukih sangat marah dan menyemburkan api dari mulutnya. Manik Angkeran ketakutan. Ia berusaha melarikan diri. Namun Naga Besukih dengan mudah menangkapnya. Manik Angkeran pun terbakar api yang keluar dari mulut Naga Besukih. Tubuhnya menjadi abu.

Sementara itu, Sidhimantra yang kehilangan gentanya, menyusul ke Gunung Agung. Ia yakin Manik Angkeran yang mencurinya.

Sesampainya di Gunung Agung, Sidhimantra melihat tubuh anaknya yang telah menjadi abu. Dilihatnya Naga Besukih menggeliat-geliatkan tubuhnya dan mulutnya terus menyemburkan api.

Baca Juga:Cerita Rakyat Bali Danau Batur dan Sosok Kebo Iwa yang Besar, Pemarah, Namun Baik Hati

“Apa yang terjadi pada anakku?” ratap Sidhimantra. Naga Besukih menceritakan semuanya pada Sidhimantra.

“Wahai Naga Besukih yang baik, sudikah kau menghidupkan putraku lagi? Berilah ia kesempatan untuk memperbaiki dirinya,” mohon Sidhimantra.

Naga Besukih berpikir sebentar, lalu menjawab “Baiklah. Aku akan menghidupkan putramu lagi. Namun, ia tak boleh pulang denganmu. la harus tinggal di sini dan menjadi muridku. Aku akan mendidiknya agar menjadi orang yang baik dan berilmu.”

“Apa pun yang kau lakukan, asal itu membuat anakku menjadi orang yang baik, maka lakukan,” jawab Sidhimantra. Dengan kesaktiannya, Naga Besukih menghidupkan kembali Manik Angkeran. “Ampuni aku Ayah, ampuni aku Naga Besukih. Aku berjanji tidak akan mengulangi lagi semua kelakuan burukku,” kata Manik Angkeran.

“Kami mengampunimu, anakku. Tapi kau tak bisa pulang bersama Ayah. Kau harus memulai hidup baru di sini bersama Naga Besukih yang akan mendidikmu,” jawab Sidhimantra.

Baca Juga:Cerita Rakyat Bali Calon Arang, Kisah Janda Tua Sakti Jadi Leak

Kemudian Sidhimantra mengeluarkan tongkat dan membuat garis yang memisahkan dirinya dengan anaknya. Tiba-tiba, dari garis itu keluar air yang makin lama makin deras.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak