alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bocah 3 Tahun Tewas Akibat Gempa di Bali, Kepala Desa Ban Ungkap Kondisi Memprihatinkan

Eviera Paramita Sandi Sabtu, 16 Oktober 2021 | 13:49 WIB

Bocah 3 Tahun Tewas Akibat Gempa di Bali, Kepala Desa Ban Ungkap Kondisi Memprihatinkan
Rumah yang tertimbun longsor akibat gempa di Kintamani, Bangli, Bali, Sabtu (16/10/2021)

Balita asal Dusun Jatituhu, Desa Ban, Kubu, Karangasem, Bali tersebut meninggal setelah tertimpa reruntuhan bangunan rumah saat Gempa berkekuatan 4.8 SR mengguncang

SuaraBali.id - Gempa Bali yang menimbulkan dampak merusak di Karangasem dan Bangli pagi tadi membuat seorang balita perempuan bernama Ni Luh Meriani yang berusia 3 tahun menjadi korban meninggal dunia.

Balita asal Dusun Jatituhu, Desa Ban, Kubu, Karangasem, Bali tersebut meninggal setelah tertimpa reruntuhan bangunan rumah saat Gempa berkekuatan 4.8 SR mengguncang wilayah Karangasem pada Sabtu pagi, (16/10/2021).

Kepala Desa Ban, I Gede Tamu Sugiantara saat dikonfirmasi mengungkapkan, korban bersama orang tua dan 4 saudaranya sebelum gempa mengguncang berada di dalam rumah. Saat gempa terjadi, diduga material reruntuhan rumah yang ambruk akibat guncangan gempa menimpa korban hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

"Saat kejadian semuanya berada di dalam rumah, keadaannya amat sangat memprihatinkan, mau bawa bantuan juga masih susah karena akses jalan tertutup longsoran," ujarnya kepada beritabali.com - Jaringan SuaraBali.id.

Sementara itu, dikonfirmasi secara terpisah, Sekertaris BPBD Karangasem, I Putu Eka Putra Tirtana mengungkapkan, dari hasil asesmen awal di Desa Ban, selain ada satu korban jiwa yaitu balita berusia 3 tahun, sebanyak 5 orang juga dilaporkan mengalami luka berat dan 8 orang diantaranya mengalami luka ringan.

"Asesmen awal di wilayah Desa Ban, satu korban balita meninggal dunia anak umur 3 tahun, 8 orang mengalami luka ringan dan 5 orang mengalami luka berat dimana kelimanya sudah berada  di rumah skit," terang Eka Putra Tirtana.

Komentar

Berita Terkait