alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

5 Nama Bahasa Daerah Bali yang Jarang Diketahui, Beda Tempat Beda Dialek

Pebriansyah Ariefana Rabu, 13 Oktober 2021 | 15:38 WIB

5 Nama Bahasa Daerah Bali yang Jarang Diketahui, Beda Tempat Beda Dialek
Ilustrasi warga Bali

Bali merupakaBali merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang tenar dengan sebutan Pulau Dewata.n salah satu provinsi di Indonesia yang tenar dengan sebutan Pulau Dewata.

SuaraBali.id - Daftar nama bahasa daerah Bali yang jarang diketahui publik. Warga Bali bicara sehari-hari dengan 5 bahasa yang berbeda, tergantung tempat tinggal mereka.

Bali merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang tenar dengan sebutan Pulau Dewata.

Daerah yang berada di kepulauan Nusa Tenggara itu mempunyai budaya dan adat istiadat yang beragam.

Tak terkecuali nama bahasa daerah Bali. Ada sejumlah nama bahasa daerah di Bali yang biasa digunakan masyarakat untuk berkomunikasi sehari-hari.

Baca Juga: 10 Beach Club di Bali Terbaik: Nikmati Keindahan Pantai Sembari Santai di Bar

Beragam bahasa ini menambah wahana kebudayaan di provinsi yang sering dikunjungi turis dari mancanegara itu.

Berikut daftar nama bahasa daerah Bali yang perlu kamu ketahui:

1. Bahasa Bali

Sejumlah Umat Hindu saat persembahyangan Hari Raya Galungan di Ubud, Bali, Rabu (10/2).
Ilustrasi warga Bali

Bahasa ini berasal dari Provinsi Bali atau bahasa daerah Bali.

Bahasa Bali dibagi menjadi dua jenis, dialek Bali Aga atau Bali Mula dan dialek Bali dataran.

Baca Juga: PON Papua: Sabet Emas Kumite, Karateka Bali Kadek Krisna Ukir Sejarah

Dialek Aga merupakan bahasa Bali yang digunakan sehari-hari oleh masyarakat Bali di dataran tinggi Pulau Bali.

Sebaran dialek Bali Aga meliputi sebagian daerah di Kabupaten Karangasem, sebagian Kabupaten Tabanan, sebagian Kabupaten Buleleng dan sebagian Kabupaten Jembrana.

Sedangkan dialek dataran sebaliknya, dialek ini diucapkan oleh masyarakat Bali yang tinggal di dataran rendah.

Dialek ini menyebar di sebagian wilayah Kabupaten Klungkung, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Bangli serta Kabupaten Buleleng.

Bahasa Bali ini tidak hanya digunakan di Pulau Dewata saja. Namun juga menyebar ke sejumlah daerah sekitar Bali, seperti Nusa Tenggara Barat dan Jawa Timur.

Bahkan bahasa ini juga menyebar ke sebagian daerah Lampung, Sulawesi Tengah hingga Kalimantan Tengah.

2. Bahasa Sasak Bali

Umat Hindu menggelar persembahyangan Hari Raya Galungan di Ubud, Bali, Rabu (15/7).
Ilustrasi warga Bali

Sebenarnya bahasa Sasak merupakan bahasa dari Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Bahasa ini kemudian berkembang ke daerah sekitarnya, termasuk Provinsi Bali. Bahasa sasak di Bali juga terbagi menjadi dua dialek, yakni dialek Bukit Tabuan dan dialek Celuk Bawang.

Dialek Bukit Tabuan biasa dituturkan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem.

Sedangkan dialek Celukan Bawang dituturkan warga di Desa Celukan Bawang, Kecamatan Grokgak, Kabupaten Singaraja.

Di Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, juga terdapat 26 kampung Sasak yang tersebar di tiga desa, yakni Desa Subagan, Desa Tumbu dan Desa Kota.

Masyarakat di Kampung Sasak Desa Subagan memakai bahasa Bali, sedangkan masyarakat di Desa Tumbu memakai bahasa Sasak Bali seperti Desa Tianyar.

3. Bahasa Jawa

Umat Hindu merayakan Hari Raya Galungan di tengah situasi aktifitas Gunung Agung pada level siaga di Pura Besakih, Karangasem, Bali, Rabu (1/11).
Ilustrasi warga Bali

Bahasa Jawa merupakan bahasa yang berasal dari Pulau Jawa. Masyarakat Bali yang menggunakan atau menuturkan bahasa ini tinggal di Kabupaten Buleleng.

Isolek Jawa di Bali merupakan bahasa yang berbeda kalau dibandingkan dengan bahasa di terdekatnya, misalnya bahasa Bali, Sasak Bali, Melayu, Madura.

Jika dihitung dengan dialektometri, isolek Jawa di Bali adalah bahasa yang berbeda dengan persentase perbedaan mencapai lebih dari 51 persen dibandingkan penggunaan bahasa Jawa di Pulau Jawa, khususnya dialek Yogyakarta dan Solo.

4. Bahasa Madura

Umat Hindu merayakan Hari Raya Galungan di tengah situasi aktifitas Gunung Agung pada level siaga di Pura Besakih, Karangasem, Bali, Rabu (1/11).
Ilustrasi warga Bali

Meski bahasa ini berasal dari Pulau Madura, bahasa ini juga digunakan sebagian masyarakat Bali. Sebab bahasa Madura juga menyebar ke Provinsi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat.

Bahasa Madura biasa dituturkan oleh masyarakat Bali yang tinggal di Desa Celukan Bawang, kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng.

Bahasa Madura merupakan bahasa dengan persentase perbedaan di atas 90 persen jika dibandingkan bahasa Bali, Melayu, Jawa dan Sasak Bali yang digunakan di Provinsi Bali.

5. Bahasa Melayu

Umat Hindu merayakan Hari Raya Galungan di tengah situasi aktifitas Gunung Agung pada level siaga di Pura Besakih, Karangasem, Bali, Rabu (1/11
Ilustrasi warga Bali

Di Pulau Dewata, bahasa Melayu diucapkan oleh masyarakat yang tinggal di Kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.

Sehingga bahasa ini sering disebut dengan bahasa Melayu Loloan. Isolek Melayu di Bali merupakan bahasa yang sama dengan bahasa Melayu di Riau. Perbedaanya sebesar 78,50 persen, sehingga beda dialek.

Nah, itu tadi macam-macam nama bahasa daerah di Provinsi Bali. Saat kamu berkunjung ke sana apakah kamu ingin mencoba bahasa-bahasa itu untuk berkomunikasi dengan warga Bali?

Kontributor : Muhammad Aris Munandar

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait