alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sekian Lama Tertunda, Palebon di Griya Gede Keniten Sanur Akhirnya Terlaksana

Eviera Paramita Sandi Sabtu, 09 Oktober 2021 | 07:18 WIB

Sekian Lama Tertunda, Palebon di Griya Gede Keniten Sanur Akhirnya Terlaksana
Prosesi Palebon Ida Pedanda Nabe Gede Dwija Ngenjung dari Griya Gede Keniten Sanur, Denpasar, Bali

Menurut keluarga, upacara yang dipuput oleh Pedanda Sapta Rsi ini disebut telah menerapkan standar prokes.

SuaraBali.id - Palebon Ida Pedanda Nabe Gede Dwija Ngenjung dari Griya Gede Keniten, Sanur, Denpasar, Bali akhirnya dapat digelar pada Jumat Siang (8/10/2021) setelah sekian lama tertunda karena adanya pembatasan akibat pandemi Covid-19 di Bali.

Upacara ini adalah kegiatan adat besar dan menyita perhatian publik yang besar. Menurut keluarga, upacara yang dipuput oleh Pedanda Sapta Rsi ini disebut telah menerapkan standar prokes.

Dari awal pihaknya sangat kooperatif dengan situasi pandemi, dimana memasuki area Griya telah disediakan alat cuci tangan, masker, dan memasang QR Code PeduliLindungi.

Ida Peranda yang lebar (meninggal) pada Purnama Kadasa tepatnya tanggal 28 Maret 2021 akhirnya bisa melaksanakan dari awal hingga puncak Upacara Palebon.

“Ini jadwalnya mudur harusnya tanggal 15 Agustus kemarin menghormati dan mematuhi peraturan Pemerintah tentang PPKM, akhirnya hari ini (8/10) kita dapat melakukan penghormatan terakhir,” ucapnya.

Dikatakan selama serangkaian Upacara Palebon ditemukan tantangan mengenai penerapan prokes, yang langsung dikomunikasikan dengan baik kepada pihak terkait.

“Hari ini pun ada dari kementrian kesehatan datang untuk melihat bagaimana pelaksanaan kami dan satgas covid 19 kota Denpasar selalu diskusi dengan kita, kita juga berharap mengingatkan masyarakat kerumunan,” Jelasnya.

Meski telah diawasi dari tim gabungan Satgas Covid 19 Kota Denpasar, justru warga semakin memadati jalur Hangtuah menuju Sanur dari Pukul 11.00 WITA.

Menanggapi hal tersebut, Ida Bagus Sidharta menilai warga yang menonton secara dekat adalah sebagai tantangan baginya.

“Memang itulah yang namanya tantangan kita. Kalau dari pihak panitia kita sudah mengatur penyandang pamereman itu semua ada di banjar-banjar. Tapi warga tiba-tiba berhenti loncat langsung ke jalanan. Syukur ada petugas juga, ada blokade jalan 1-2 Jam sebelumnya. Itu juga mengurangi kerumunan, jalur tikus juga dijaga oleh Kepolisian dan para Satgas,” terangnya.

Komentar

Berita Terkait