alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Faktor Usia, Atlet Selancar Angin Asal Bali Ini Ingin Pensiun Setelah Raih Emas PON Papua

Eviera Paramita Sandi Kamis, 07 Oktober 2021 | 16:15 WIB

Faktor Usia, Atlet Selancar Angin Asal Bali Ini Ingin Pensiun Setelah Raih Emas PON Papua
Atlet Selancar Angin Asal Bali, I Gusti Made Oka Sulaksana

Oka Sulaksana sampai saat ini sudah menggeluti olahraga ini sejak remaja hingga memasuki usia 50 tahun.

SuaraBali.id - Atlet selancar angin asal Bali, I Gusti Made Oka Sulaksana yang meraih medali emas pada nomor spesialis RSX pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021 di Papua berencana hendak menggantungkan layar alias pensiun.

Beberapa alasan membuatnya ingin menjadi legenda di cabang olahraga selacar angin. Diantaranya faktor umur dan regenerasi bagi peselancar muda agar bisa meraih prestasi yang lebih gemilang.

Oka Sulaksana sampai saat ini sudah menggeluti olahraga ini sejak remaja hingga memasuki usia 50 tahun.

"Sekarang saya berikan kesempatan kepada yang muda-muda," ujar pria kelahiran Denpasar 29 April 1971 itu.

Oka Sulaksana mengaku bangga menjadi atlet sehingga bisa mengharumkan nama daerah dan bangsa Indonesia. Perolehan medali emas sejak PON XIII tahun 1993 di Jakarta secara berturut-turut empat kali hingga PON XX di Papua tahun 2021.

Ia mengatakan walau berpisah di dunia olahraga air, khususnya selancar angin. Namun selalu memberi dukungan kepada rekan-rekan atlet muda di olahraga tersebut.

"Saya yakin penerus dari atlet muda untuk meraih emas sangat terbuka, khususnya selancar angin dari Pulau Dewata pasti ada. Saya berpesan kepada atlet muda harus berlatih secara kontinyu dan tekun. Prestasi akan bisa diraih jika berlatih secara berkelanjutan dan menjadi komitmen bagi atlet sebagai penghobi bermain di air laut," ucap suami dari Anak Agung Made Dwi Arini.

Oka Sulaksana menuturkan perjuangan di awal PON yang diikutinya sejak tahun 1993.

Bahkan nomor yang dia ikuti saat itu lebih banyak di RSX maupun nomor Mistral.

“Dulu lebih banyak nomor pertandingannya. Dua edisi PON pertama saya ikuti dulu sangat berat, tapi setelah itu mulai terbiasa. Astungkara (puji syukur) selalu diberikan medali emas," ucapnya.

Komentar

Berita Terkait