alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Apakah Vaksin Pfizer Kebal COVID-19? Apa Arti Efikasi Mencapai 100 Peren?

Pebriansyah Ariefana Jum'at, 23 Juli 2021 | 15:20 WIB

Apakah Vaksin Pfizer Kebal COVID-19? Apa Arti Efikasi Mencapai 100 Peren?
Botol vaksin Pfizer pertama yang digunakan vaksinasi (Museum Nasional Sejarah Amerika Smithsonian)

Pada uji klinis yang dilakukan produsen dari vaksin ini sendiri mengklaim bahwa Pfizer memiliki efikasi di atas 95 persen.

SuaraBali.id - Seberapa efektif vaksin pfizer terhadap COVID-19? Apakah vaksin pfizer kebal COVID-19?

Pada uji klinis yang dilakukan produsen dari vaksin ini sendiri mengklaim bahwa Pfizer memiliki efikasi di atas 95 persen.

Dengan detailnya adalah efikasi sebesar 100 persen pada subjek uji coba vaksin usia 12 sampai 15 tahun, dan 95,5 persen pada subjek uji coba vaksin usia 16 tahun ke atas.

Dilansir Suara.com, tentu angka ini sangat besar dan menjadi kabar gembira untuk banyak orang di Indonesia.

Baca Juga: PKL, Warteg, Hingga Petani Desak Jokowi Pimpin Langsung Penanganan Covid-19

Botol vaksin Pfizer pertama yang digunakan vaksinasi (Museum Nasional Sejarah Amerika Smithsonian)
Botol vaksin Pfizer pertama yang digunakan vaksinasi (Museum Nasional Sejarah Amerika Smithsonian)

Secara klinis, ya. Tingkat efikasi yang ditunjukkan memang menunjukkan angka yang lebih besar.

Namun tidak berarti hal ini membuat vaksin lain menjadi kurang baik untuk digunakan.

Vaksin lain, seperti SInovac dan AstraZeneca, juga memiliki efikasi yang cukup tinggi.

Karena tujuan utama vaksinasi dalam memberikan kekebalan pada tubuh masyarakat, maka vaksin apapun akan berefek sama pada akhirnya.

Mungkin beberapa dari Anda kemudian bertanya-tanya, apakah dengan tingkat efikasi 100 persen maka penerima vaksin Pfizer akan menjadi kebal dengan Covid-19?

Baca Juga: Begini Ekspresi Tahanan Polisi saat Divaksinasi Covid-19

Vaksin Pfizer. (Anadolu Agency/Tayfun Cokun)
Vaksin Pfizer. (Anadolu Agency/Tayfun Cokun)

Ingat, angka 100 persen didapatkan dari uji coba klinis pada subjek pengujian yang ada di satu area tertentu. Memang secara statistik, angka yang ditunjukkan adalah 100 persen, namun pada penggunaan di dunia nyata, yang tentu jumlah penerimanya akan lebih besar, memungkinkan terjadinya margin error.

Baca Juga

Berita Terkait