alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ajik Krisna dari Pemilik Kerajaan Pusat Oleh-oleh Bali, Banting Stir Jadi Petani Kacang

Dythia Novianty Rabu, 07 Juli 2021 | 14:14 WIB

Ajik Krisna dari Pemilik Kerajaan Pusat Oleh-oleh Bali, Banting Stir Jadi Petani Kacang
Ajik Krisna. [BeritaBali/Istimewa]

Siapa yang tidak tahu outlet oleh-oleh khas Bali, Krina. I Gusti Ngurah Anom atau yang lebih akrab disapa Ajik Krisna adalah sosok di balik suksesnya outlet ini.

Bersama 12 orang tim dan 12 petani ia mulai menggarap 23 hektare lahan yang berada di kawasan Desa Pengulon, Buleleng. Lahan ini mudah dijangkau dan berada di pinggir pantai sehingga sangat cocok ditanami komoditi kacang tanah.

Kacang tanah memiliki masa panen singkat, bulan enam mulai ditanam dan bulan sembilan sudah bisa dipanen.

“Awalnya lahan ini ditanami mangga, pisang dan kelapa, tetapi setelah dicek PH-nya, ternyata cocok untuk ditanam kacang tanah,” jelasnya.

Permasalahan pasca panen pun mulai muncul. Produksi yang melimpah rupanya tak mampu diserap pasar secara menyeluruh.

Baca Juga: Respons PSSI Usai Bali United dan Persipura Gagal Tampil di Piala AFC 2021

Alhasil, 50 persen hasil panen dijual dan 50 persen lainnya dibagikan kepada karyawan dan masyarakat secara gratis.

Dari pengalaman ini, Ajik Krisna mulai belajar bahwa pertanian tidak hanya bisa diselesaikan di hulu, tetapi juga diselesaikan hingga ke hilir.

Persoalan pasca panen produksi kacang tanah, akhirnya membuat Ajik Krisna memproduksi oleh oleh Kacang Ajik. Produksi Kacang Ajik sukses menjadi salah satu oleh-oleh terbaik khas Bali.

Bahkan, pihaknya berencana menanam kacang tanah di berbagai wilayah di Bali, salah satunya di Jembrana yang akan ditanami 60 hektare.

“Kami ingin Bali menjadi pemasok kacang tanah terbaik di Bali,” imbuhnya dilansir laman BeritaBali, Rabu (7/7/2021).

Baca Juga: Pemerintah Pertimbangkan PPKM Darurat di Luar Jawa-Bali

Sebelum pandemi, salah satu restoran yang berada di Singaraja beromzet kurang dari Rp 200 juta per bulan. Akhirnya, restoran ini ditutup dan digunakan sebagai tempat produksi Kacang Ajik yang mampu menghasilkan Rp 300 juta per bulan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait