alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

COVID-19 Gelombang Kedua! WHO Temukan Virus COVID-19 Varian Terbaru, Lambda

Pebriansyah Ariefana Senin, 28 Juni 2021 | 09:43 WIB

COVID-19 Gelombang Kedua! WHO Temukan Virus COVID-19 Varian Terbaru, Lambda
Refleksi petugas merapikan sebuah kamar di asrama Kampus III Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (27/6/2021). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi]

Keenam kasus virus COVID-19 varian Lambda ini diperkirakan terkait dengan perjalanan ke luar negeri.

SuaraBali.id - WHO temukan virus COVID-19 varian baru bernama Lambda. Virus COVID-19 Lambda ditemukan Juni 2021 di Amerika Selatan.

Varian ini jenis variant of interest (VOI). Menurut data Public Health England (PHE), Inggris telah menemukan 6 kasus virus corona varian Lambda pada 25 Juni 2021.

Keenam kasus virus corona varian Lambda ini diperkirakan terkait dengan perjalanan ke luar negeri.

Kini, PHE telah menetapkan virus corona varian Lambda (C.37) sebagai varian dalam penyelidikan (VUI) untuk mengidentifikasi tingkat bahaya dan penularannya.

Baca Juga: 6 Kasus Varian Lambda Ditemukan di Inggris, Ini Gejala yang Perlu Diwaspadai

Sebelumnya, virus corona varian Lambda ini telah terdeteksi di Amerika Serikat, termasuk Chili, Perut, Ekuador dan Argentina.

Para ahli berpikir bahwa varian Lambda ini memiliki banyak mutasi pada protein lonjakan.

Mutasi ini bisa berdampak pada transmisibilitas varian. Tapi dilansir dari Express, penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami mutasi tersebut.

PHE melakukan pengujian lebih lanjut untuk mengetahui lebih banyak tentang virus corona varian Lambda tersebut. Bahkan, mereka juga akan melakukan pelacakan kontak tambahan demi menjaga kesehatan masyarakat.

"PHE sedang melakukan pengujian laboratorium untuk lebih memahami dampak mutasi pada perilaku virus corona varian baru ini," kata PHE dinukil dari Himedik.com.

Baca Juga: Temuan Baru, WHO Sebut Virus Corona Varian Lambda Punya Banyak Mutasi

PHE mengatakan hasil pengujian yang sedang berlangsung sekarang ini belum ada bukti varian Lambda bisa menyebabkan penyakit yang lebih parah dan membuat vaksin Covid-19 kurang efektif.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait