Pemprov DKI Jakarta Sebut RS Hampir Penuh, Bed Isolasi Terisi 90 Persen, ICU 86 Persen

Tingkat hunian hampir mencapai maksimum, disiapkan fasilitas isolasi terkendali.

RR Ukirsari Manggalani | Fakhri Fuadi Muflih
Jum'at, 25 Juni 2021 | 10:05 WIB
Pemprov DKI Jakarta Sebut RS Hampir Penuh, Bed Isolasi Terisi 90 Persen, ICU 86 Persen
Petugas menyiapkan kamar yang akan digunakan sebagai ruang perawatan di Tower 8 Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6/2021). Sebagai ilustrasi [Suara.com/Angga Budhiyanto]

SuaraBali.id - Angka penularan Covid-19 di Jakarta terus meroket hingga memecahkan rekor dengan 7.505 pasien baru dilaporkan dalam satu hari. Rumah Sakit (RS) rujukan yang menangani pasien Corona pun disebut sudah hampir penuh.

Dikutip dari Suara.com, jaringan SuaraBali.id, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan saat ini kapasitas tempat tidur untuk isolasi pasien Covid-19 telah terisi 90 persen. Padahal kapasitasnya dari 140 RS rujukan berkisar 9.852 tempat tidur.

"Total tempat tidur yang disiapkan pada 140 RS yang merawat Covid-19 di Jakarta sebanyak 9.852 tempat tidur isolasi yan saat ini terisi 90 persen atau 8.874 pasien," ujar Dwi kepada wartawan, Kamis (25/6/2021).

Selanjutnya untuk Intensive Care Unit (ICU) di 140 RS rujukan saat ini hanya tersisa 140 kamar saja. 86 persen dari 8.857 ruangan ICU telah terisi.

"Sebanyak 1.218 tempat tidur ICU yang kini terisi 86 persen atau 1.048 pasien," tuturnya.

Dengan kondisi ini, Dwi mengakui RS rujukan penanganan Covid-19 di ibu kota sudah hampir penuh.

"Jumlah keterisian tempat tidur isolasi maupun ICU di RS rujukan Covid-19 di Jakarta juga hampir penuh," tuturnya.

Ia pun juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk penyiapan fasilitas isolasi terkendali.

"Seperti penggunaan Rusun, salah satunya Rusun Nagrak, dan sejumlah GOR," pungkasnya.

Sebelumnya, jumlah kasus pasien positif terjangkit Covid-19 di Jakarta terus bertambah. Pada Kamis (24/6/2021), ada 7.505 orang lagi dilaporkan terjangkit virus yang pertama kali ditemukan di China itu.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak