Menutup paparannya, Wagub Cok Ace berterima kasih atas dukungan banyak pihak.
"Bali sudah membuka pintu wisdom. Tren untuk datang ke Bali pun terus meningkat dan Kita akan berupaya menjaga keamanan dan kesehatan teman-teman yang berwisata ke Bali," katanya.
Mendukung pernyataan Wagub Cok Ace, Kepala Kantor perwakilan BI Bali, Trisno Nugroho menegaskan Kesiapan Bali untuk open international Border.
"Pemerintah Bali sangat konsen mengendalikan pandemi dan menjaga ekonomi. Setelah dengan Upaya pembukaan Border domestik Bali terus berupaya membuka Border internasional dengan upaya peningkatan fasilitas kesehatan dan Vaksinasi masyarakat Bali," tuturnya.
Baca Juga:Benarkah Work From Bali Biang Kerok Lonjakan Kasus COVID-19 di Bali?
Menurut Trisno, Saatnya sekarang wisatawan masyarakat Indonesia menikmati Bali sebagai ikon nasional.
"Obyek wisata yang sudah siap, masyarakat yang sudah banyak tervaksin. Lalu Zona hijau di Sanur, Nusa dua, dan Ubud.Rumah sakit juga dipersiapkan. Jadi wisata bisa Nyaman di Bali," imbuhnya.
"Bali Destinasi indah dan baik, Kedepannya Bali selain membangkitkan wisata juga mengarah ke quality tourism. Digital nomad, medical tourism dan ditambah infrastruktur pendukung yang dapat menyaingi Singapura maupun Kuala lumpur," sebut Trisno.
Di kesempatan yang sama Ketua PP Muhammadiyah yang juga Wakil Ketua MUI Anwar Abbas menegaskan Bali harus di untuk melalui dampak pandemi yang berimbas pada kontraksi ekonomi.
"Kita berupaya bagaimana dunia harus tahu bahwa Bali sudah aman. Bali kan kebanggaan kita di Indonesia. Kewajiban kita mendukung program pemerintah Bali," tuturnya.
Baca Juga:Lonjakan Covid-19 Dipicu Work From Bali, DPR: Prokes Ketat Harga Mati!
Anwar juga menekankan warga Muhammadiyah harus bisa berperan dan berkontribusi, minimal mensosialisasikan bahwa Bali sudah aman.