Yogyakarta Akan Lockdown, Pengamat: Sultan Mengancam

Menurutnya hal itu lumrah karena warga Yogyakarta masih bandel. Sehingga ada ancaman Jogja lockdown.

Pebriansyah Ariefana
Sabtu, 19 Juni 2021 | 13:11 WIB
Yogyakarta Akan Lockdown, Pengamat: Sultan Mengancam
Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyampaikan aturan baru PPKM Mikro di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat (11/06/2021). - (Kontributor SuaraJogja.id/Putu)

SuaraBali.id - Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahardiansyah menilai Sultan Yogyakarta sekaligus Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X ancam warganya, Yogyakarta lockdown.

Menurutnya hal itu lumrah karena warga Yogyakarta masih bandel. Sehingga ada ancaman Jogja lockdown.

"Itu ancaman sultan karena sultan sudah geram dengan kondisi masyarakatnya yang istilahnya tuh ngeyel," tuturnya.

Dia menjelaskan bahwa kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan seharusnya menjadi kunci supaya kasus Covid-19 di Indonesia tidak lagi melonjak naik. 

Baca Juga:COVID-19 Indonesia Makin Menggila Jika Warga Tak Pakai Masker

Tetapi, pada kenyataannya masyarakat Indonesia kerap bandel, minimal dalam mengenakan masker. 

Trubus menyebut hanya 75 persen masyarakat Jakarta yang mengenakan masker. Padahal mereka hidup di wilayah epicentrum Covid-19. 

Itu menjadi salah satu bukti bahwa rendahnya kepekaan masyarakat dalam menjalani budaya hukum.

"Karena itu mengubah perilaku yang dulunya kasarnya tidak pakai masker berubah jadi pakai masker, itu ternyata prosesnya tidak semudahnya membalikkan tangan," kata Trubus dalam diskusi Menyiasati Lonjakan Covid-19 secara virtual, Sabtu (19/6/2021). 

Trubus kemudian mengatakan bahwa meskipun pemerintah menerapkan PSBB ketat sekalipun tetapi masyarakatnya masih belum patuh, maka penularan virus tetap saja akan terjadi. 

Baca Juga:5 Hal yang Bisa Dipelajari Indonesia dari India soal Lonjakan Kasus COVID-19

"Kalaupun kita menerapkan lockdown juga pada akhirnya tetap aja kalau mobilitas masyarakat bandel itu tetap saja akan terjadi penularan," ujarnya. 

Dengan melihat kondisi seperti itu, Trubus beranggapan bahwa rendahnya kedisiplinan masyarakat itu menjadi sebuah persoalan yang rumit. 

Pasalnya, berbagai upaya sudah dilakukan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah di Indonesia yang dilakukan secara kolaboratif. 

Namun, ternyata upaya itu juga gagal menyadarkan masyarakat agar disiplin pada protokol kesehatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini