alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bali Gempa, Pulau Dewata Bergetar 2 Kali dalam Sehari

Pebriansyah Ariefana Senin, 14 Juni 2021 | 09:29 WIB

Bali Gempa, Pulau Dewata Bergetar 2 Kali dalam Sehari
Aktivitas gempa.

Setiap hari Bali terjadi gempa-gempa kecil seperti ini sebagai bentuk pelepasan energi akibat tumpukan lempeng di sebelah selatan Bali.

SuaraBali.id - Bali gempa 2 kali dalam sehari. Gempa Bali berkekuatan 2,3 skala richter dan 2 skala ricter terjadi, Minggu (13/6/2021) kemarin.

Gempa Bali pertama terjadi pukul 11.21 WIB di 8 km Tenggara Klungkung dan di hari yang sama pada pukul 16.00 WIB terjadi gempa berkekuatan magnitudo 3.2 di 118 Km di Barat Daya Nusa Dua.

Staf Pusat Gempa BBMKG Regional III Denpasar, Dedi Prima menjelaskan, peristiwa tersebut wajar terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik, setiap hari juga terjadi gempa-gempa kecil seperti ini sebagai bentuk pelepasan energi akibat tumpukan lempeng di sebelah selatan Bali.

"Bukan gempa susulan mungkin hanya gempa-gempa kecil seperti ini biasa terjadi di sekitar Bali setiap hari. Bukan retakan, gempa-gempa tektonik tersebut terjadi akibat tumbukan lempeng eurasia dengan lempeng Indo Australia yang biasa kita sebut jalur subduksi di sebelah selatan di pulau Bali," jelasnya.

Baca Juga: Wisata Ziarah Islam di Bali, Makam Wali Pitu Hingga Makam keramat Pemecutan

Jika dilihat potensi tsunami, lanjutnya, selalu ada di pulau Bali, karena menurutnya pulau Bali dikelilingi dengan lautan.

Gang Poppies Bali (Channel Youtube  Jooupdate)
Gang Poppies Bali (Channel Youtube Jooupdate)

Namun gempa-gempa yang terjadi hari itu tidak memicu tsunami karena energinya terlalu kecil.

"Gempa tersebut hanya memiliki magnitude yang kecil. Intensitasnya tidak dirasakan manusia hanya tercatat oleh alat BMKG saja. Namun kewaspadaan akan bencana harus selalu ada karena bencana bisa terjadi kapan saja," ujarnya.

Peningkatan kesadaran mitigasi bencana harus selalu dilakukan oleh penduduk Bali untuk mempersiapkan diri bilamana terjadi bencana.

Setidaknya, kata dia, masyarakat Bali dapat mengikuti informasi yang dapat dipercaya dalam hal ini BMKG dan BPBD setempat sebagai sumber informasi seputar kebencanaan.

Baca Juga: Nora Alexandra Minta Maaf, Dikritik Salah Duduk di Ritual Hindu

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait