alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Napi Perempuan Lapas Kerobokan Minum Disinfektan Awalnya Bohong, Kini Cuci Darah

Pebriansyah Ariefana Jum'at, 11 Juni 2021 | 15:27 WIB

Napi Perempuan Lapas Kerobokan Minum Disinfektan Awalnya Bohong, Kini Cuci Darah
Belasan narapidana perempuan di Lapas Kerobokan keracunan disinfektan. (Berita Bali)

Rata-rata pasien yang diterima dari 21 sampai 31 tahun. Dengan keluhan bervariasi mulai dari nyeri, kepala pusing, mual, sesak nafas hingga lemah penglihatan.

SuaraBali.id - Belasan narapidana perempuan di Lapas Kerobokan keracunan disinfektan, awalnya bohong. Satu orang mengaku hanya maag.

Namun begitu diperiksa, ketahuan mereka keracunan disinfektan dengan camputan serbuk perasa minuman.

Akhirnya 19 orang napi perempuan dibawa ke RSUP Sanglah Denpasar. Satu orang sudah tewas.

Rata-rata pasien yang diterima dari 21 sampai 31 tahun. Dengan keluhan bervariasi mulai dari nyeri, kepala pusing, mual, sesak nafas hingga lemah penglihatan.

"Untuk menangani pasien yang terancam nyawanya atau hidupnya kami melakukan resusitasi stabilisasi kemudian pada kasus intoksikasi ini, kami juga lakukan cuci darah," katanya.

Ia mengatakan pada Kamis (10/06) ada satu pasien yang dinyatakan telah meninggal dunia, kemudian ada pasien yang menjalani cuci darah hingga rawat inap.

Sementara Jumat (11/06) pagi ada empat pasien dibawa ke RSUP Sanglah, hingga saat ini kondisi stabil dan perlu melakukan observasi dan investigasi terkait penyebab terjadinya intoksikasi. Untuk pasien lainnya, masih dalam perawatan di IGD.

Sebelumnya, Kepala Lapas Kelas IIA Denpasar Lili mengatakan ada delapan warga binaan yang dibawa ke RSUP Sanglah karena diduga meminum cairan disinfektan dicampur serbuk minuman.

Awalnya, satu orang WBP mengaku sakit perut sampai menunjukkan reaksi muntah-muntah.

Baca Juga: 18 Napi Perempuan Lapas Kerobokan Minum Disinfektan Dirawat di RSUP Sanglah

"Ngakunya maag tapi akhirnya mengaku kalau minum disinfektan, selanjutnya semua nya akhirnya ngaku minum itu," kata Kalapas.

Hingga saat ini masing-masing petugas lapas masih mendampingi warga binaan yang dirawat di RSUP Sanglah. (Antara)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait