alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Wisata di Bali Dibuka, Epidemiolog Desak Pemerintah Perketat Wisatawan Mancanegara

Dythia Novianty Minggu, 06 Juni 2021 | 11:03 WIB

Wisata di Bali Dibuka, Epidemiolog Desak Pemerintah Perketat Wisatawan Mancanegara
Wisata Bali Bukit Campuhan. (Envato)

Sejumlah negara di dunia menyaring secara ketat setiap warga negara asing yang berkunjung ke negaranya di masa pandemi Covid-19.

SuaraBali.id - Epidemiolog dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane menyarankan pemerintah menyaring ketat wisatawan mancanegara (wisman) ke Pulau Bali.

Masdalina mengatakan, penyaringan wisatawan mancanegara bertujuan agar perekonomian di sektor pariwisata Bali berpengaruh secara signifikan, sekaligus tidak menambah beban adanya potensi kasus Covid-19.

"Pandemi mengajarkan pada kita dalam tanda kutip tidak murahan, artinya mereka yang datang berwisata ke Bali itu harus terpilih. Jangan lagi wisatawan yang modal nekat, yang harus dibuka itu yang terstandar," katanya dilansir laman Antara, Minggu (6/6/2021).

Hal tersebut, kata Masdalina, seperti halnya dilakukan oleh sejumlah negara di dunia yang menyaring secara ketat setiap warga negara asing yang berkunjung ke negaranya di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga: Kunjungan Wisatawan Mancanegara Turun 19,33 Persen di April 2021

Dia juga memberikan catatan agar pemerintah melakukan skrining secara ketat agar jangan sampai wisatawan mancanegara malah membawa virus mutasi baru.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan saat ini hampir 50 persen dari total penduduk Bali berjumlah 4,32 juta sudah divaksinasi.

Masdalina menyebutkan, jumlah 50 persen warga Bali yang sudah divaksin dan sebagian besar bekerja di sektor pariwisata, belum cukup untuk menciptakan kekebalan kelompok.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, setidaknya 70 persen dari populasi harus divaksinasi untuk menciptakan kekebalan kelompok.

Seperti diketahui pemerintah berencana membuka pariwisata Bali secara penuh termasuk untuk wisatawan mancanegara mulai Juli 2021. Untuk mempersiapkan hal tersebut, pemerintah menggenjot vaksinasi kepada para pelaku pariwisata di Bali hingga 70 persen dari populasi penduduk.

Baca Juga: Epidemiolog Unsri: Palembang Butuh Terobosan Baru Kendalikan COVID 19

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait