SuaraBali.id - Pola hidup buruk Sapri atau Sapri Pantun diungkap sahabatnya, Opie Kumis. Pola makan Sapri berantakan, suka minum manis dan suka gorengan.
Opie Kumis menilai hal itu lah yang membuat Sapri sakit. Sapri meninggal dunia di ruang ICU Rumah Sakit Sari Asih, Ciledug pada Senin (10/5/2021).
Rekan dekat Sapri, Opie Kumis, mengungkapkan kebiasaan tak sehat yang kerap dilakukan Sapri di lokasi syuting.
Dalam acara Sore-Sore ambyar di Trans TV, Opie Kumis mengungkapkan kedekatannya dengan mendiang Sapri.
Opie Kumis mengaku sudah mengenal Sapri sejak keduanya masih aktif di lenong. Saat itu, Sapri masih menjadi penonton lenong.
Baca Juga:Sapri Meninggal, Millen Cyrus Kenakan Sarung dan Peci
![Komedian Sapri Pantun meninggal dunia hari ini, Senin (10/5/2021). [Instagram@sapri_pantun]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/05/10/59133-komedian-sapri-pantun.jpg)
“Kalau gue ama Sapri kenal memang udah bukan sebagai sahabat lagi ya, udah kayak saudara. Dari jaman dia belum orang kenal, gue sama-sama ngelenong bareng. Dia kan tadinya cuma pemain-pemain di bawah, penonto bawah, cuman karena celetukan pantunnya bagus, gue suka angkat. Waktu itu masih ada almarhum Olga,” ujarnya pada Senin.
Menurut Opie, Sapri kerap susah dinasehati perihal makanan.
Komedian berkepala pelontos tersebut sering meminum minuman manis dan makan gorengan.
![Kondisi Sapri yang dirawat di ICU [Instagram/@ruben_onsu]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/05/06/70410-kondisi-sapri-yang-dirawat-di-icu-instagramatruben-onsu.jpg)
“Sapri ini terkadang memang orangnya agak susah dibilangin soal makan. Dia tuh selalu minum yang manis-manis sama es gitu loh, Terus makan gorengan. Terus makannya juga enggak kontrol.”
Bahkan, menurut Opie, porsi makan Sapri juga terlampau banyak. Ia dikabarkan bisa makan enam kali dalam satu hari.
Baca Juga:Tiba di Rumah Duka, Jenazah Sapri Dipeluk Ibunda
“Terakhir-akhir dia mau jatuh sakit ini, Dolly bisa lihat dia makan enam kali sehari. Makan, tidur. Makan, tidur di lokasi syuting ya Dol. Nah, di situ mulai (sakit).”