PGI Minta Cuekin Jozeph Paul Zhang Menghina Islam, Jangan Proses Hukum

Pendeta Gomar menyebut bahwa orang seperti Jozeph Paul Zhang sebaiknya diabaikan saja agar tidak semakin mendapat tempat di sosial media.

Pebriansyah Ariefana
Selasa, 20 April 2021 | 02:25 WIB
PGI Minta Cuekin Jozeph Paul Zhang Menghina Islam, Jangan Proses Hukum
Jozeph Paul Zhang bicara soal PKI. [Cahaya Islam Channel]

SuaraBali.id - Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom minta Jozeph Paul Zhang jangan diproses hukum ke polisi. Jozeph Paul Zhang hina Nabi Muhammad cabul.

Pendeta Gomar menyatakan cara menanggapi hinaan Jozeph Paul Zhang adalah dengan tidak menanggapi. Sebab jika ditanggapi serius, sosok Jozeph Paul Zhang akan muncul lagi karena diberi perhatian.

Pendeta Gomar menyebut bahwa orang seperti Jozeph Paul sebaiknya diabaikan saja agar tidak semakin mendapat tempat di sosial media.

"Menurut saya, yang beginian ini tak usah diberi perhatian. Semakin ditanggapi dia akan semakin mendapat tempat di medsos. Abaikan saja," ujarnya.

Baca Juga:Dicari Polisi, Paul Zhang Ngaku Nabi ke-26 Santai: Saya Bukan Lagi WNI

Pendeta Gomar melanjutkan bahwa umat Kristen sendiri sudah kenyang dihina dan dipermainkan.

Jozeph Paul Zhang tertawa pada video terbarunya.
Jozeph Paul Zhang tertawa pada video terbarunya.

Namun, menurutnya, hal seperti itu harus ditanggapi santai sebagai bentuk kedewasan warga.

"Santai saja. Kalau sedikit-sedikit menanggapi yang beginian secara serius dan langsung memprosesnya sebagai penodaan agama, kapan kita dewasanya?" katanya.

Menurut Pendeta Gomar, hal yang paling penting sekarang ini adalah setiap pemeluk agama mendapat penggembalaan dan pengajaran yang lebih baik dari para pemimpinnya.

Hal itu agar masyarakat tidak mudah dipengaruhi oleh orang-orang yang memiliki motif tertentu.

Baca Juga:Heboh Paul Zhang Akui Diri sebagai Nabi ke-26, Gus Miftah: Kita Ngopi Yuk!

"Agar tidak mudah diombang-ambingkan oleh pengajar-pengajar yang aneh, yang dari waktu ke waktu bermunculan dengan rupa-rupa motif dan tujuan," tandasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak