alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Desak Made Darmawati, Ustazah Pindah Agama Hina Agama Hindu Dipolisikan

Pebriansyah Ariefana Sabtu, 17 April 2021 | 08:30 WIB

Desak Made Darmawati, Ustazah Pindah Agama Hina Agama Hindu Dipolisikan
Viral soorang wanita berjilbab Desak Made Darmawati diduga melakukan penistaan agama Hindu.

Desak Made Darmawati dilaporkan oleh aliansi masyarakat Bali ke polisi. Mereka tergabung dalam Kesatria Keris.

SuaraBali.id - Viral soorang wanita berjilbab Desak Made Darmawati diduga melakukan penistaan agama Hindu. Desak Made Darmawati adalah ustazah pindah agama.

Desak Made Darmawati ceramah dan menyebut aneh agama Hindu punya banyak agama. Dia juga memberikan kesaksian alasan pindah agama.

Desak Made Darmawati dilaporkan oleh aliansi masyarakat Bali ke polisi. Mereka tergabung dalam Kesatria Keris.

Laporan itu dilayangkan ke Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali.

Baca Juga: Pengakuan Eks Bomber Bali 1 Soal Jihadis dan Menjamurnya Paham Radikal

Laporan tersebut diajukan pada Jumat (16/4/2021) pagi usai beredarnya video yang berisi pidato atas nama Desak Made Darmawati, yang diduga telah menistakan Agama Hindu.

Ketua Kesatria Keris Bali, Ketut Ismaya mengatakan bahwa laporan tersebut diajukan berdasarkan rasa empati yang pihaknya miliki melihat masyarakat Hindu Bali tersinggung oleh kalimat dalam video tersebut.

Ketut Ismaya juga mengatakan bahwa pihaknya meminta agar penyidik Ditreskrimsus Polda Bali untuk dapat segera mengusut kasus ini.

Akan tetapi, kata Ketut Ismaya, bukti yang dimiliki pihaknya masih belum cukup untuk diproses lebih jauh.

“Bahwa pada proses pelaporan yang kami lakukan ke penyidik, masih ada beberapa hal yang harus kami penuhi terlebih dahulu ke tim penyidik, jadi untuk unsur-unsur lebih lanjut lagi kita masih kurang cukup buktinya," jelas Ketut Ismaya.

Baca Juga: Fadil Sausu Antusias Sambut Latihan Bali United di Bulan Ramadhan

"Sehingga masih perlu didalami lagi, untuk dapat menjerat yang bersangkutan atas dugaan pelanggaran pasal 156 tentang penistaan Agama, dimana hal tersebut juga harus diperkuat dengan adanya laporan dari Jakarta, mengenai kasus yang sama, di tempat kejadian itu berlangsung, untuk dapat memenuhi semua unsur-unsur tersebut,” tambahnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait