alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Wacana Sekolah Tatap Muka di Tabanan Belum Ada Kejelasan

Arief Apriadi Selasa, 23 Maret 2021 | 09:25 WIB

Wacana Sekolah Tatap Muka di Tabanan Belum Ada Kejelasan
Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, I Nyoman Putra. [Dok. BeritaBali/Istimewa]

Selain Tabanan, dua wilayah lain yakni Badung dan Denpasar juga masih berstatus zona merah.

SuaraBali.id - Wacana kembali membuka sekolah tatap muka di Tabanan belum menemui kejelasan. Pasalnya, salah satu kabupaten di Pulau Bali itu masih bestatus zona merah penyebaran Covid-19.

Selain Tabanan, dua wilayah lain yakni Badung dan Denpasar juga masih berstatus zona merah. Atas dasar itu, pemerintah setempat masih menerapkan pembelajaran jarak jauh (PPJ).

Namun demi menambah efektivitas PJJ, perwakilan dari tiap-tiap sekolah diminta untuk mengikuti workshop pengelolaan pembelajaran jarak jauh.

Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, I Nyoman Putra menjelaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan dua daerah lainnya yakni Denpasar dan Badung mengenai pembelajaran tatap muka dan sejauh ini pilihannya masih tetap PJJ.

Baca Juga: Wisatawan Asing Kunjungi Bali, Menparekraf Soroti Pelanggaran Prokes

"Kita di Tabanan masih zona merah sehingga belum asa izin untuk menggelar program pembelajaran tatap muka," kata Nyoman Putra dikutip dari BeritaBali --jaringan Suara.com, Selasa (23/3/2021).

"Kita sudah koordinasi dan dua daerah Denpasar dan Badung kondisinya sama dengan kita. Sehingga kita masih efektifkan PJJ itu dulu," tambahnya.

Disinggung mengenai evaluasi PJJ selama ini, mantan Kabag Umum Sekretariat Dewan Tabanan ini menyatakan sudah terus melakukan survey lewat tim pengawas sekolah masing-masing.

Sesuai dengan hasil survey tersebut, pihak Disdik Tabanan menggelar peningkatan kompetensi terhadap seluruh guru jenjang SD dan SMP lewat workshop pengelolaan pembelajaran jarak jauh.

"Nanti setiap SD dan SMP akan diwakili 2 orang guru sebagai komponen pengawas dan mengikuti workshop pengelolaan PJJ untuk peningkatan kompetensi guru. Artinya dua perwakilan tersebut nantinya bertugas untuk mengawasi imbas dari workshop tersebut," jelasnya.

Baca Juga: Gubernur Anies Baswedan Mau Buka Sebagian Sekolah, PAN DKI: Jangan Khawatir

"Dua orang guru ini nantinya menjadi komponen di dalam pengawas sekolah untuk melakukan pengawasan. Jadi nanti tidak terputus, oh habis workshop boleh ditetapkan atau tidak."

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait