"Meski cara yang dilakukan sama, belum tentu orang yang sama. Masih kami selidiki," ungkapnya, Kamis (18/3/2021).
Mantan Kapolsek Kuta Utara ini mengatakan pihaknya masih mengumpulkan informasi dan analisa rekaman kamera CCTV. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak bank selaku korban.
"Dari dua lokasi pelaku belum berhasil mengambil uang di dalam brankas utama mesin ATM. Kejadian di Jimbaran hanya kehilangan uang Rp2,5 juta. Uang itu adalah uang reject. Kerugiannya hanya kerusakan mesin saja," paparnya.
Adapun kasus pengrusakan dan pencongkelan mesin ATM terjadi di dua lokasi. Pertama, mesin ATM Bank Mandiri di Jalan Uluwatu II Jimbaran, Kuta Selatan, pada Senin (15/3/2021). Pelaku terekam kamera CCTV seorang berkebangsaan asing dan memiliki cambang atau berewokan.
Baca Juga:Turis Bali Bisa ke Toraja Langsung, Turun di Bandara Toraja
Diduga pelaku berhasil membawa kabur uang Rp85 juta dengan cara membobol mesin menggunakan linggis.
Sehari kemudian, Selasa (16/3/2021), sekitar pukul 07.15 WITA, kasus pengrusakan terjadi di ATM Bank BPD Bali di Jalan Gatot Subroto Timur, Denpasar Timur, tepatnya di komplek pertokoan Maha Gatsu.
Pelaku merusak dengan cara mencongkel mesin ATM. Pelaku diduga melakukan aksinya pada Selasa dini hari. Hanya untuk jumlah kerugian belum diketahui.