“Saya pikir dia tidak, tampaknya seperti itu. Tetapi dia tahu persis dan pernah ketemu,” ungkapnya.
Gatot juga memberikan gambaran bahwa sosok yang mengajaknya adalah orang yang membantu dalam terbentuknya Partai Demokrat, namun mundur ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selesai memimpin.
“Orang ini dapat dikatakan ikut bersama-sama membantu lahirnya Demokrat. Kemudian, punya hubungan yang sangat kuat dengan SBY. Kemudian orang ini begitu Pak SBY selesai, dia mengatakan ‘Pak, saya sekarang di di Demokrat lagi, karena Bapak sudah selesai, saya akan jadi orang bebas’,” jelasnya.
Baca Juga:Buntut Santet, Bupati Lebak Iti Jayabaya Dituduh Ancam Bunuh Moeldoko