alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Anak Gugat Kakek Koswara Rp 3 Miliar Meniggal Jantungan Secara Mendadak

Pebriansyah Ariefana | Aprilo Ade Wismoyo Jum'at, 22 Januari 2021 | 09:40 WIB

Anak Gugat Kakek Koswara Rp 3 Miliar Meniggal Jantungan Secara Mendadak
Dedi Mulyadi mengunjungi RE Koswara, pria berusia 85 tahun yang digugat anaknya sendiri. [Suara.com/Cesar Yudistira]

Dadang dibantu adiknya, Masitoh menjadi pengacara. Pengacara yang meninggal jantungan di pengadilan itu adalah Masitoh.

SuaraBali.id - Seorang pengacara pembela anak gugat ayahnya sendiri meninggal dunia mendadak saat sidang bergulir. Kakek Koswara digugat anaknya sendiri, Dadang sebesar Rp 3 miliar. 

Dadang dibantu adiknya, Masitoh menjadi pengacara. Pengacara yang meninggal jantungan itu adalah Masitoh.

Kakek Koswara adalah kakek berusi 85 asal Cinambo, Kota Bandung. Dia digugat oleh anaknya sendiri senilai Rp 3 miliar.

Nahas, saat kasus ini masih bergulir, Masitoh dikabarkan meninggal dunia karena sakit jantung pada Senin (18/1/2021).

Baca Juga: Hari Ini Korban Meninggal Dunia Gempa Sulbar Bertambah Jadi 91 Jiwa

Dalam kasus ini, dari enam anak Koswara hanya satu orang yang berada di pihak Koswara. Hamidah, anak kelima Koswara menyebut bahwa ayahnya sudah mengetahui kabar meninggalnya Masitoh. 

“Bapak sudah tahu, Masitoh kakak saya meninggal dunia. Tadi setelah dari pengadilan saya kasih tahu dan ke makamnya," jelas Hamidah dilansir dari keepo.me jaringan suara.com.

Meskipun begitu Hamidah tak mengetahui secara persis apakah almarhumah kakaknya itu sudah dimaafkan oleh sang ayah atau belum. 

“Saya enggak tahu karena bapak tidak menyampaikan secara langsung. Saat ini bapak sehat,” papar Hamidah. 

Hamidah membenarkan bahwa ayahnya telah membuat pernyataan tertulis yang menyebut bahwa ia tak mengakui 4 orang anaknya. Ia meambahkan, sang ayah sangat kecewa dengan sikap anak-anak yang menggugatnya itu.

Baca Juga: Update Gempa Sulbar: Korban Meninggal 91 Jiwa, 77.562 Orang Masih Mengungsi

"‎Iya, bapak saya menulis pernyataan tertulis tidak mengakui empat orang, Deden, Masitoh, Ajid dan Muchtar sebagai anaknya. Itu ditandatangani tertulis oleh bapak saya, di hadapan notaris dan tujuh saksi. Itu karena bapak saya sangat kecewa, padahal semuanya anak seibu sebapak," ucap Hamidah, saat diwawancara Selasa pertengahan Januari 2021 lalu. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait