Ketahui, Faktor Risiko dan Penyebab Penyakit Osteoporosis

Penyakit osteoporosis bisa menyerang siapa saja. Ketahui faktor risiko dan penyebabnya berikut ini.

M. Reza Sulaiman
Rabu, 20 Januari 2021 | 14:15 WIB
Ketahui, Faktor Risiko dan Penyebab Penyakit Osteoporosis
Kerangka manusia, tulang, osteoporosis (Pixabay/PublicDomainPictures)

SuaraBali.id - Penyakit osteoporosis bisa menyerang siapa saja. Ketahui faktor risiko dan penyebabnya berikut ini.

Osteoporosis juga sering menyerang orang yang sudah tua. Wanita yang sudah menopause juga berisiko terkena penyakit ini. Biasanya osteoporosis terjadi dari perkembangan tulang.

Kemungkinan seseorang terkena osteoporosi bergantung pada seberapa banyak massa tulang yang dicapai saat muda. Semakin tinggi massanya, akan semakin banyak juga tulang yang tumbuh sehingga kemungkinan kecil terkena osteoporosis.

Dilansir Mayo Clinic, terdapat sejumlah faktor dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena osteoporosis, termasuk usia, ras, pilihan gaya hidup, serta kondisi medis dan perawatan.

Baca Juga:Orang Muda dan Sehat Tak Butuh Suplemen Kalsium

Selain itu, ada beberapa faktor risiko osteoporosis di luar kendali, di antaranya:

  • Jenis kelamin. Faktanya, wanita lebih mungkin mengembangkan osteoporosis daripada pria.
  • Usia. Semakin tua usia seseorang, besar juga risikonya terkena osteoporosis.
  • Ras. Seseorang yang berkulit putih dan keturunan Asia lebih berisiko terkena osteoporosis.
  • Keturunan. Memiliki orang tua atau saudara kandung yang menderita osteoporosis membuat berisiko lebih besar, terutama jika ibu atau ayah mengalami patah tulang pinggul.
  • Ukuran rangka tubuh. Pria dan wanita yang memiliki kerangka tubuh kecil cenderung memiliki risiko lebih tinggi karena mereka mungkin memiliki lebih sedikit massa tulang untuk diambil seiring bertambahnya usia.

Selain faktor risiko di luar kendali karena bawaan lahir, osteoporosis juga dipengaruhi hormon yang ada di dalam tubuh, antara lain:

A. Hormon seks

Kadar hormon seks yang menurun cenderung melemahkan tulang. Penurunan kadar estrogen pada wanita saat menopause adalah salah satu faktor risiko terkuat untuk mengembangkan osteoporosis.

Sedangkan, pria yang mengalami penurunan kadar testosteron secara bertahap seiring bertambahnya usia. Perawatan untuk kanker prostat yang menurunkan kadar testosteron pada pria. Selain itu, pengobatan untuk kanker payudara yang menurunkan kadar estrogen pada wanita cenderung mempercepat pengeroposan tulang.

Baca Juga:Catat, Dampak Osteoporosis Bukan Cuma Tulang Keropos Loh!

B. Hormon tiroid

Hormon tiroid yang berlebihan dapat menyebabkan keropos tulang. Hal ini dapat terjadi jika tiroid Anda terlalu aktif atau jika Anda mengonsumsi terlalu banyak obat hormon tiroid untuk mengobati tiroid yang kurang aktif.

Osteoporosis juga bisa disebabkan oleh asupan yang dikonsumsi dan kebiasaan orang tersebut. Biasanya hal-hal yang yang dapat menurunkan kepadatan tulang di antaranya:

1. Asupan kalsium rendah

Kekurangan kalsium sangat berperan terhadap pembentukan tulang. Kalsium yang terndah akan meningkatkan risiko penurunan kepadatan tulang. Selain itu, kurangnya kalsium juga dapat menyebabkan keropos dan risiko patah tulang.

2. Gangguan Makan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini