alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gawat! Tenaga Kesehatan Kelelahan Fisik dan Mental Selama Pandemi

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati Selasa, 12 Januari 2021 | 15:16 WIB

Gawat! Tenaga Kesehatan Kelelahan Fisik dan Mental Selama Pandemi
Ilustrasi perawat. (Shutterstock)

Pandemi Covid-19 menyebabkan tenaga kesehatan di Indonseia mengalami kelelahan fisik dan mental. Apa bahayanya?

SuaraBali.id - Pandemi Covid-19 menyebabkan tenaga kesehatan di Indonseia mengalami kelelahan fisik dan mental. Apa bahayanya?

Penelitian dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menemukan bahwa 83 persen nakes Indonesia mengalami burnout sebagai efek pandemi Covid-19.

"Penelitian kita di bulan Agustus dan sudah memberitahu 83 persen dari tenaga kesehatan. Jadi kita mengumpulkan data dari seluruh Indonesia dan data terkumpul dari 1400-an responden itu ada dokter spesialis, perawat, bidan, dokter gigi dan farmasi," kata Ketua Prodi Magister Kedokteran Kerja FKUI-RSCM Dr. dr. Dewi Soemarko. MKK. SP. OK., dalam webinar Satgas Covid-19, Senin (11/1/2021).

Hasil penelitian menunjukan bahwa para nakes tersebut mengalami burnout tingkat sedang. Artinya, kondisi itu telah mengkhawatirkan dan para nakes benar-benar butuh pertolongan, jelas Dewi.

Baca Juga: Dokter dan Perawat Main TikTok Tolak Divaksin, Ini Kata Ridwan Kamil

"Itu sudah warning, kalau orang sudah bilang 'tolong dong, tolong'. Jadi belum masuk tingkat berat. Itu artinya mereka memang perlu ditolong," ucapnya.

Kebanyakan burnout tersebut dialami oleh dokter umum, lanjutnya. Juga dominan para nakes itu mengalami kelelahan emosi, sehingga kesehatan mentalnya mulai terasa lelah.

Selain itu yang dikhawatirkan juga rasa percaya diri mereka mulai mengendur. Padahal untuk merawat dan menyelamatkan nyawa orang lain, menurut Dewi, para tenaga medis butuh rasa percaya diri itu.

"Kalau mereka sudah ragu sebenarnya perlu ditolong. Dan ada penelitian lain di salah satu rumah sakit itu adalah gangguan kecemasan. Ini di masa pandemi yang bekerja di zona merah, maksudnya seperti ruangan ICU, dan zona kuning, itu ternyata kecemasannya termasuk sedang. Artinya mereka sebenarnya cemas," pungkasnya.

Baca Juga: 14 Puskesmas di Natuna Disiapkan Jadi Lokasi Pemberian Vaksin Covid-19

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait