alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Artis Hanya Pakai Face Shield Tanpa Masker di Televisi, IDI: Berbahaya!

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi Sabtu, 09 Januari 2021 | 17:05 WIB

Artis Hanya Pakai Face Shield Tanpa Masker di Televisi, IDI: Berbahaya!
Ilustrasi face shield. [Ian Panelo/Pexels]

Ketua Satgas Covid-19 IDI angkat bicara terkait fenomena artis yang hanya menggunakan face shield tanpa amsker di televisi. Apa katanya?

SuaraBali.id - Ketua Satgas Covid-19 IDI angkat bicara terkait fenomena artis yang hanya menggunakan face shield tanpa amsker di televisi. Apa katanya?

Melihat fenomena tersebut, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban mengingatkan bahwa prosedur itu berbahaya dan tetap berisiko menularkan virus Corona karena tidak memakai masker.

"Saya juga beberapa kali lihat, acara-acara di televisi tidak pakai masker. Hanya face shield. Ini berbahaya," ujar Prof. Zubairi dalam cuitannya di twitter dikutip suara.com, Sabtu (9/1/2021).

Meskipun sebelum acara diklaim sudah dilakukan tes rapid antigen, namun tetap saja kualitas tesnya masih dibawah tes Covid-19 dengan polymerase chain reaction (PCR), sebagai tes untuk penegakkan diagnosa Covid-19.

Baca Juga: Aturan Diperpanjang, Tak Boleh Nelpon dan Ngobrol dalam Kendaraan Umum

INFOGRAFIS: Jangan Cuma Pakai Face Shield!
INFOGRAFIS: Jangan Cuma Pakai Face Shield!

"Oke, mungkin dilakukan rapid test antigen sebagai screening. Tapi tetap ada peluang false negative (hasil negatif padahal sebetulnya terinfeksi). Ini harus dimonitor," sambung Prof. Zubairi.

Profesor Spesialis Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran Universitas (FKUI) itu mengingatkan jika Covid-19 menular melalui droplet atau percikan air liur yang bahkan bisa menyebar di udara, khususnya jika berada di ruangan tertutup.

Sehingga hanya bermodalkan face shield tanpa masker, droplet kecil bisa berterbangan dari sisi kanan, kiri dan bawah face shield lalu terhisap hidung dan mulut.

"Kalau merasa aman dengan pakai face shield saja tentu tidak bisa dibenarkan. Proteksi dobel akan lebih baik. Yaitu dengan face shield dan masker. Ingat, penularan korona kan lewat airborne. Jangan meremehkan. Apalagi di ruangan tertutup dalam waktu lama. Itu amat berisiko," pungkasnya.

Beberapa waktu lalu mantan Juru Bicara Satgas Covid-19, Achmad Yurianto juga pernah mengemukakan pendapat serupa. Bahkan lelaki yang akrab disapa Yuri itu mengupamakan masker sebagai jas hujan, dan face shield selaiknya payung.

Baca Juga: Kewajiban Rapid Test Antigen Saat Bepergian Tak Berlaku untuk Anak

"Cuma pakai face shield nggak pakai masker tetap aja (tidak efektif), sama seperti pakai payung bisa kecipratan air dari samping dan bawah air hujan. Pakai face shield dan masker itu baru yang maksimal," tegas Yuri beberapa waktu lalu.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait