SuaraBali.id - DS (26), seorang DJ di Bali bunuh diri dengan cara terjun dari jembatan di kawasan Jimbaran.
Jenazah korban ditemukan di bawah jembatan Suluban, Pecatu, Badung. Korban diduga nekat mengakhiri hidup diduga karena masalah asmara.
Sebab, sebelum meninggal pria yang berprofesi sebagai Disk Jokey (DJ) sempat mengirimakn pesan WhatsApp kepada kekasihnya.
Dalam pesan tersebut, korban mengatakan akan mengakhiri hidupnya kepada sang kekasih.
Baca Juga:Positif Covid-19, Dipha Barus dan Istri Ungkap Gejala yang Dialami
Dikutip dari Beritabali.com (jaringan Suara.com), sebelum ditemukan tewas, korban DS meninggalkan rumahnya di kawasan Jimbaran, Kuta Selatan sejak hari Kamis (31/12/2020) pukul 14.00 WITA menggunakan sepeda motor.
Menurut Kakak kandung korban yakni, Novita, adiknya pulang bekerja sebagai DJ, sekitar pukul 01.30 WITA.
Namun, pada Sabtu dini hari korban tak kunjung pulang ke rumah. Awalnya diduga korban pergi ke tempat temannya.
Tak lama, Novita mengatakan dia mendapat informasi dari pacarnya bahwa ada postingan di Facebook ada motor tak bertuan di Jembatan Pantai Suluban, Desa Pecatu.

Khawatir dengan adiknya, sang kakak bersama keluarganya langsung menuju TKP.
Baca Juga:Miris! Tak Kuat Bayar Utang, Iskanda Mandi Bensin Lalu Bakar Diri
"Setelah kami kesana ternyata benar itu motor adik saya, lalu kami lapor Polisi, dan Basarnas," ujarnya.
Kapolsek Kuta Selatan, Kompol Agustinus Yusak membenarkan kejadian tersebut.
Dia mengatakan, seorang saksi, pacar korban yakni Nikita Ayu Mutia, 27 mengaku sempat merayakan malam tahun baru di De Lounge Kuta, Badung bersama korban, Kamis (31/12) pukul 17.00 WITA
Lalu mereka menuju ke salah satu Vila di Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Badung dan kemudian pulang, Jumat (1/1/2021) sekitar pukul 02.00 WITA.
Saksi juga menyampaikan setelah berpisah menelepon korban namun tidak diangkat. Akhirnya saksi sempat melihat postingan kendaraan korban di Facebook, Sabtu (2/1) pukul 19.00 Wita.
"Saksi segera menuju ke TKP dan melapor ke Basarnas untuk melakukan pencarian," ungkap Yusak.

Pihaknya segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pencarian dan sekitar pukul 21.00 WITA korban berhasil ditemukan di kedalaman 50 meter di jurang jembatan tersebut.
"Korban ditemukan dalam kondisi terlentang menghadap ke atas. Memakai celana panjang jean warna biru dongker, telanjang dada dan muka tertutup baju kaos warna hitam memakai sepatu," terangnya.
Sekitar pukul 23.30 WITA jasad korban berhasil diangkat dari bawah jurang. Jasad korban langsung dievakuasi menggunakan mobil ambulans milik Desa Adat Pecatu ke RSUP Sanglah Denpasar.
"Kasus ini masih didalami untuk mengetahui peristiwa tersebut" ujar Yusak, Minggu (3/1/2021).