Koeman tiba dengan reputasi yang jauh lebih gemilang di mata para suporter, mengingat ia bisa dibilang adalah salah satu legenda klub, yang menjadi pencetak gol penentu keberhasilan Barcelona menjuarai Piala Champions 1992 --sebelum berganti nama jadi Liga Champions.
Namun, reputasi itu berbanding 180 derajat jika menilik hasil yang diraih Barcelona di bawah tenor kepelatihannya, yang jika dibandingkan dengan dua pendahulunya pun tampak sangat buruk.
Empat kekalahan dari 10 pertandingan di Liga Spanyol musim ini membuat Barcelona terpaut 12 poin jauhnya dari puncak klasemen, yang saat ini diduduki Atletico Madrid.
Lantas kekalahan kontra Juventus kemarin membuat Barcelona untuk pertama kalinya gagal memuncaki grup Liga Champions mereka sejak musim 2006/2007 silam.
Baca Juga:Jose Mourinho: Manchester United Favorit Juara Liga Europa
Well, Koeman praktis kini punya waktu kurang dari dua bulan untuk membalikkan peruntungannya dan menumbuhkan kepercayaan, agar sosok yang terpilih menduduki kursi presiden Barcelona nanti tetap menjamin pekerjaannya sebagai entrenador Blaugrana.