Indeks Terpopuler News Lifestyle

Paket Sabu Ratusan Gram Terungkap, Modus Dibungkus Kemasan Wafer

M Nurhadi Kamis, 06 Agustus 2020 | 06:31 WIB

Paket Sabu Ratusan Gram Terungkap, Modus Dibungkus Kemasan Wafer
Ilustrasi narkoba (Unsplash/Markus Spiske]

"Paket pertama ini sama, dikamuflase dengan mencampur barang-barang suvenir, dimintakan tolong ke temannya untuk ambil," ujar Sugianyar.

SuaraBali.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil mengungkap penyelundupan sabu dalam kemasan permen wafer cokelat. Narkotika tersebut dikirim melalui paket yang dikirim dari Batam, Kepulauan Riau.

Kepala BNN Provinsi NTB Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra mengatakan modus penyelundupan terungkap usai sebelumnya seorang perempuan berinisial BE (52) tertangkap terkait kasus serupa.

"Yang bersangkutan kami tangkap sesaat setelah mengambil paket kiriman berisi sabu-sabu yang dikamuflase dalam permen wafer cokelat ini di salah satu jasa ekspedisi wilayah Mataram," kata Sugianyar melansir Antara, Rabu (5/8/2020).

Dalam penangkapan tersebut, ada 35 bungkus plastik permen wafer cokelat diamankan karena ditemukan plastik bening berisi serbuk kristal putih yang belakangan dipastikan sabu-sabu.

"Jadi barang ini (sabu-sabu) dimasukkan di dalam bungkusannya. Bercampur dengan yang asli. Jadi ada yang isi sabu dan ada yang asli, bercampur dalam satu bungkus," ungkapnya.

Ia menyebut berat bersih keseluruhan mencapai 239,89 gram. Dalam satu bungkus, sabu-sabu yang diselundupkan rata-rata beratnya 4-5 gram.

BE mengaku, barang tersebut bukan miliknya. Melainkan dia hanya dimintakan tolong oleh sahabatnya yang berinisial YM (48) yang datang ke rumah. Setelah itu, tim bersama B  langsung melakukan penangkapan terhadap YM. Kepada petugas, YM membenarkan pengakuan rekannya.

"Bahkan,dia (YM) juga mengakui yang mengirim barang paketan itu sendiri dari Batam," ucapnya.

YM yang belakangan diketahui istri seorang narapidana narkotika Lapas Lombok Timur ini juga mengaku ada paket sabu-sabu lainnya yang telah diambil.

"Paket itu sampai pagi harinya di Mataram, bersamaan juga dengan kedatangannya dari Batam. Jadi sama seperti paket pertama ditangkap, dia (YM) yang kirim dari Batam," kata dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait