Eviera Paramita Sandi
Kamis, 05 November 2026 | 19:14 WIB
Owner of Discover Labs, Jacek Kaczynski (kanan) dan CEO Koding Next, Mateusz Rybinski dalam acara Genius Future Summit
Baca 10 detik
  • Mendikdasmen Abdul Mu’ti merencanakan mata pelajaran coding dan AI wajib mulai tahun 2027.
  • Pemilik Discover Labs Jacek Kaczynski menyatakan Indonesia berpotensi besar menjadi pemain utama AI Asia Tenggara.
  • Koding Next berkolaborasi dengan lembaga Polandia untuk memperluas pelatihan coding dan AI di Indonesia.

SuaraBali.id - Pendidikan coding, pemrograman, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) saat ini masih menjadi mata pelajaran pilihan di Indonesia. Berbagai tantangan masih dihadapi oleh pelajar di Indonesia, khususnya masalah infrastruktur, kesiapan guru, dan kesenjangan wilayah.

Namun demikian, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti merencanakan bahwa pendidikan di Indonesia akan mengalami transformasi besar mulai tahun 2027 dengan diberlakukannya pelajaran coding dan kecerdasan buatan (AI) sebagai mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah.

Perkembangan pendidikan di Indonesia ini pun dilirik oleh Polandia untuk mengenalkan teknologi pendidikannya di Indonesia, khususnya dalam hal keterampilan digital seperti penerapan AI dan robotic.

"Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi salah satu pemain utama dalam pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Asia Tenggara," ujar pemilik Discover Labs Polandia, Jacek Kaczynski, yang hadir dalam Genius Future Summit di Tabanan, Bali, Kamis (5/11/2026).

Pengusaha yang telah 25 tahun berpengalaman di Eropa ini memilih datang ke Bali untuk menjadi guru coding untuk anak-anak, karena ia juga sadar bahwa AI sangat penting untuk masa depan.

Ia pun berkolaborasi dengan sebuah lembaga pelatihan coding yang telah beroperasi di Bali, Koding Next, dan tergabung dalam Poland Festival 2026.

Ia memandang pendidikan teknologi di Polandia bisa dikolaborasikan dengan pendidikan anak-anak dan remaja di Indonesia, khususnya tentang attitude yang baik kepada pelajar dan kurikulumnya.

Kendati demikian, ia mencatat bahwa tantangan utama Indonesia adalah memperkuat ekosistem digital, berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia, serta mendorong inovasi agar AI dapat memberikan manfaat dan nilai nyata bagi masyarakat.

Koding Next

Peluang Indonesia dari Generasi Muda

Baca Juga: Tiga Wilayah Bali Diterjang Longsor, Dua Orang Diduga Masih Tertimbun

Senada dengan Jacek, CEO & Founder of Koding Next Mateusz Rybinski juga melihat bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi transformasi ke era teknologi dan AI.

"Kami fokus pada coding AI Robotics, mempersiapkan pelajar untuk masa depan. Kami bekerja dengan banyak sekolah, dan juga dengan pemerintah Indonesia," jelasnya.

Setelah 10 tahun berdiri, Koding Next juga sudah memiliki cabang di 38 lokasi di seluruh Indonesia, dari Medan ke Jayapura.

"Kami adalah perusahaan Indonesia, tetapi dikembangkan oleh orang-orang Polandia," tandasnya.

Menurutnya, pelajaran coding sangat baik dikembangkan di perkotaan di Indonesia, namun ia juga membuka tempat pelatihan ini di kota yang lebih kecil. Di Bali sendiri, selain berada di Denpasar dan Badung, juga akan dibuka di Singaraja.

"Ini sedang berkembang. Ini bukan pasar yang mudah bagi kami. Ini sangat spesifik, tapi kami melihat itu semakin besar. Jadi, kami mengajar lebih kurang dan kita melakukan hal yang sama di semua lokasi," jelasnya. Ia menyebut bahwa pihaknya tengah mempersiapkan pelajar untuk masa depan di tengah perubahan besar di mana banyak profesi akan berubah karena AI.

Load More