Muhammad Yunus
Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:09 WIB
Ilustrasi kekerasan anak dan perempuan. [Ist]
Baca 10 detik
  • Simfoni PPA mencatat 3.764 anak menjadi korban kekerasan di Nusa Tenggara Barat sepanjang periode 2020 hingga 2025.
  • Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri mendorong perluasan edukasi pencegahan kekerasan dan perkawinan anak hingga tingkat SMP.
  • BKKBN NTB melaporkan angka perkawinan anak di daerah tersebut berhasil mengalami penurunan dari 18 persen menjadi 14 persen.

Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) NTB, angka perkawinan anak di daerah itu dilaporkan turun dari 18 persen menjadi 14 persen.

Wakil Bupati Sumbawa, Mohamad Ansori, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap sosialisasi serupa diperluas ke SMA dan SMK lainnya di Kabupaten Sumbawa agar semakin banyak pelajar mendapatkan pemahaman mengenai perlindungan diri dan pencegahan perkawinan usia anak.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran perangkat daerah, kepala sekolah se-Kabupaten Sumbawa, pengurus BKOW NTB, serta perwakilan Dharma Wanita Persatuan.

Load More