- Pemerintah merekonstruksi 40 dari 75 rumah adat di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, pascakebakaran Agustus 2026.
- Kemenko Perekonomian mengoordinasikan berbagai pihak di Jakarta pada Oktober 2026 untuk mempercepat pemulihan infrastruktur dan fasilitas umum.
- Kementerian Pariwisata menyalurkan bantuan bahan baku dan modal usaha untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat terdampak.
SuaraBali.id - Pemerintah menyebut sebanyak 40 dari total 75 rumah adat di Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah dibangun kembali dan terpasang atap setelah mengalami kebakaran pada akhir Agustus 2026.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan proses pemulihan Desa Adat Sade terus berjalan setelah masa tanggap darurat berakhir pada 20 September 2026.
“Penanganan kini difokuskan pada implementasi desain dengan fokus utama pembangunan kembali rumah adat dan fasilitas umum, penyediaan infrastruktur utilitas dan keselamatan, serta pemulihan ekonomi masyarakat dengan tetap menjaga karakter budaya Sade,” kata Susiwijono dalam keterangannya di Jakarta, Senin 12 Oktober 2026.
Kemenko Perekonomian juga membahas langkah teknis pemulihan bersama Pemerintah Provinsi NTB, termasuk koordinasi pendanaan, desain pembangunan, jadwal penyelesaian, dan pembagian peran antarpihak.
“Kemenko Perekonomian mengoordinasikan Kementerian/Lembaga (K/L), Pemerintah Daerah, BUMN, dan juga mitra lainnya, untuk memastikan kebutuhan pendanaan, kesesuaian desain, jadwal penyelesaian, serta pembagian peran antar pihak agar pembangunan kembali bangunan di sana dapat terlaksana dengan baik,” ujar Susiwijono.
Dari sisi rekonstruksi, desain pembangunan kembali yang diinisiasi oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), dengan dukungan Universitas Mataram dan komunitas adat telah diselesaikan.
Implementasi desain tersebut akan mendapat pendampingan teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Selain rumah adat, pembangunan sejumlah fasilitas umum, seperti masjid, museum, bale bengong, dan toilet umum, juga telah mulai dikerjakan.
Pemerintah turut menyiapkan mekanisme penyaluran bantuan dari para donatur melalui rekening penampungan maupun rekening khusus bagi setiap kepala keluarga terdampak agar donasi dapat segera disalurkan.
Baca Juga: Aliran Dana Korupsi Chromebook Lombok Timur: Giliran Mantan Bupati dan Sekda Diincar?
Sementara itu, aktivitas ekonomi masyarakat Desa Adat Sade mulai kembali menggeliat. Pemulihan tdidukung bantuan berupa bahan baku, modal usaha, dan alat produksi dari Kementerian Pariwisata.
Pemerintah mengupayakan agar proses pembangunan kembali tidak hanya memulihkan kondisi fisik desa, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat dengan tetap mempertahankan karakter budaya setempat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Desa Adat Sade Bangkit dari Abu, 40 Rumah Adat Berhasil Dibangun Ulang
-
BRI Peduli Kerahkan 500 Relawan, Jaga Mandalika Tetap Bersih saat MotoGP 2026
-
BRI Perkuat Reputasi Merek, Raih Posisi Teratas dalam Brand Finance Indonesia 100 2026
-
Aksi Dramatis Evakuasi Medis Pembalap Spanyol Pakai Helikopter di MotoGP Mandalika
-
Pembalap Moto2 hingga MotoGP Ketagihan Soto Ayam