- LPA Kota Mataram menyatakan sopir mantan pimpinan ponpes di Lombok Tengah berinisial M diduga mencabuli empat santriwati.
- Aksi pelecehan dilakukan dengan modus berlatih bela diri sambil menyentuh bagian tubuh sensitif para korban yang kini berstatus alumni.
- Ketua LPA Mataram Joko Jumadi menyampaikan rencana pembuatan laporan kepolisian secara terpisah terkait kasus tersebut.
SuaraBali.id - Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebut adanya dugaan sopir mantan pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), terlibat dalam kasus pelecehan santriwati.
"Jadi, yang bersangkutan juga diduga melakukan pencabulan terhadap empat santriwati," kata Ketua LPA Mataram Joko Jumadi di Mataram, Kamis (1/10).
Korban dari terduga pelaku inisial M, lanjut dia, ada juga menjadi korban mantan pimpinan ponpes inisial MIS yang mengundurkan diri dari jabatan usai dirinya viral sebagai terduga pelaku pelecehan seksual santriwati.
Joko memastikan empat korban dari terduga pelaku M kini telah berstatus alumni santriwati.
Mereka berani merilis dirinya sebagai korban setelah kasus MIS viral di jagat maya.
Modus terduga M melakukan aksi bejatnya dengan mengenalkan diri sebagai pelatih bela diri.
Saat melatih korban, terduga M melancarkan aksi dengan cara menyentuh bagian sensitif korban.
Meskipun ada beberapa korban M juga menjadi korban MIS, ia memastikan bahwa pihaknya berencana membuat laporan kepolisian secara terpisah.
"Nanti akan kita buatkan laporan secara terpisah. Tunggu saja nanti akan kami kabari untuk pelaporannya," kata Joko.
Baca Juga: DPRD NTB Minta Seluruh Pimpinan dan Pengajar Ponpes Tes Kejiwaan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
Terkini
-
Sopir Eks Pimpinan Ponpes di Lombok Diduga Cabuli 4 Santriwati
-
Polisi Geledah Toko Emas di Denpasar, Ini Kasusnya
-
Ratusan WNA Ditahan di Bali, Sejumlah Fakta Terbongkar
-
Bukan Isu, 15 'Tuan Guru' di NTB Terseret Kasus Kekerasan Seksual Santri
-
PT Asabri Ditipu Rp100 Miliar Dalam Proyek Kondotel Bali, Kok Bisa ?