Muhammad Yunus
Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:23 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual terhadap murid [Suara.com/Syahda]
Baca 10 detik
  • LPA Kota Mataram menyatakan sopir mantan pimpinan ponpes di Lombok Tengah berinisial M diduga mencabuli empat santriwati.
  • Aksi pelecehan dilakukan dengan modus berlatih bela diri sambil menyentuh bagian tubuh sensitif para korban yang kini berstatus alumni.
  • Ketua LPA Mataram Joko Jumadi menyampaikan rencana pembuatan laporan kepolisian secara terpisah terkait kasus tersebut.

SuaraBali.id - Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebut adanya dugaan sopir mantan pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), terlibat dalam kasus pelecehan santriwati.

"Jadi, yang bersangkutan juga diduga melakukan pencabulan terhadap empat santriwati," kata Ketua LPA Mataram Joko Jumadi di Mataram, Kamis (1/10).

Korban dari terduga pelaku inisial M, lanjut dia, ada juga menjadi korban mantan pimpinan ponpes inisial MIS yang mengundurkan diri dari jabatan usai dirinya viral sebagai terduga pelaku pelecehan seksual santriwati.

Joko memastikan empat korban dari terduga pelaku M kini telah berstatus alumni santriwati.

Mereka berani merilis dirinya sebagai korban setelah kasus MIS viral di jagat maya.

Modus terduga M melakukan aksi bejatnya dengan mengenalkan diri sebagai pelatih bela diri.

Saat melatih korban, terduga M melancarkan aksi dengan cara menyentuh bagian sensitif korban.

Meskipun ada beberapa korban M juga menjadi korban MIS, ia memastikan bahwa pihaknya berencana membuat laporan kepolisian secara terpisah.

"Nanti akan kita buatkan laporan secara terpisah. Tunggu saja nanti akan kami kabari untuk pelaporannya," kata Joko.

Baca Juga: DPRD NTB Minta Seluruh Pimpinan dan Pengajar Ponpes Tes Kejiwaan

Load More