- Seekor hiu paus jantan ditemukan mati terdampar di Pantai Pengeragoan, Jembrana, Bali, pada hari Sabtu (12/9/2026).
- Tim dokter hewan dan instansi terkait telah melakukan pemeriksaan nekropsi terhadap bangkai hiu paus tersebut.
- Bangkai hiu paus berukuran panjang delapan meter itu kemudian berhasil dievakuasi dan dikuburkan menggunakan ekskavator.
SuaraBali.id - Seekor hiu paus ditemukan terdampar di perairan dangkal Pantai Pengeragoan, Banjar Pengeragoan Dauh Tukad, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali, Sabtu (12/9/2026).
Satwa laut yang diduga merupakan hiu paus (Rhincodon typus) itu ditemukan warga dalam kondisi terdampar.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim terkait, hiu paus berjenis kelamin jantan tersebut diketahui telah mati dan bangkainya kemudian dikuburkan.
Warga setempat, I Wayan Suarka, pertama kali melihat keberadaan satwa tersebut sekitar pukul 05.00 WITA. Informasi itu kemudian diteruskan kepada perangkat desa dan aparat kepolisian.
Personel Polsek Pekutatan bersama Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Jembrana kemudian mendatangi lokasi untuk mengamankan area dan membantu proses penanganan.
Kapolsek Pekutatan Kompol Benyamin Nikijuluw mengatakan, dari pengamatan awal, satwa tersebut memiliki tubuh berukuran besar dan memanjang, dengan permukaan tubuh berwarna gelap serta pola atau bintik-bintik putih.
“Dari hasil pemantauan awal di lokasi, satwa memiliki tubuh berukuran besar dan memanjang, permukaan tubuh berwarna gelap dengan pola atau bintik-bintik putih, serta terlihat memiliki sirip punggung,” kata Benyamin, Sabtu (12/9/2026).
Berdasarkan ciri visual tersebut, satwa itu diduga merupakan hiu paus. Namun, identifikasi awal tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui pemeriksaan oleh tim yang memiliki kompetensi di bidang kelautan dan konservasi.
Hiu Paus Jantan Berukuran 8 Meter
Baca Juga: WNA Asal Tiongkok Rekat Emas 10 Kg di Tubuh Demi Lolos ke Luar Negeri
Hasil pemeriksaan menunjukkan hiu paus tersebut berjenis kelamin jantan dengan panjang tubuh sekitar 8 meter.
Satwa tersebut memiliki lebar badan sekitar 3,5 meter, lingkar badan 4,8 meter, serta lebar mulut mencapai 2,15 meter.
Pemeriksaan dilakukan melalui proses nekropsi oleh dokter hewan dari Jaringan Satwa Indonesia (JSI) bersama tim terkait.
Nekropsi dilakukan untuk memperoleh data biologis sekaligus membantu mengetahui kondisi dan faktor yang berkaitan dengan kematian satwa.
Kasat Polairud Polres Jembrana AKP I Putu Suparta mengatakan, penanganan dilakukan secara hati-hati dengan melibatkan sejumlah instansi yang memiliki kewenangan dan kompetensi.
“Bahwa penanganan dilakukan dengan mengedepankan koordinasi dan kehati-hatian, mengingat hiu paus merupakan salah satu satwa laut yang mendapat perhatian dalam upaya konservasi,” kata Suparta dalam keterangan tertulisnya, Sabtu sore (12/9).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!
-
Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong