- Seorang pria berinisial WS diduga melakukan pelecehan seksual terhadap wisatawan asing asal China di kawasan Lovina, Bali, pada hari Sabtu (8/8).
- Pemerintah Desa Kalibukbuk memanggil pelaku pada hari Senin (10/8) untuk memberikan pembinaan, peringatan keras, serta surat pernyataan bersama keluarganya.
- Pihak desa juga telah mengirimkan surat permohonan maaf secara resmi kepada korban melalui akun media sosial yang mengunggah video tersebut.
"Kami sudah coba tanya ke warga, kontak keluarganya. Katanya adiknya, kakaknya itu memang sudah tidak bisa diatur. Jadi kami serahkan saja semua kepada desa," jelasnya.
Selain melakukan pembinaan, pihak Desa Kalibukbuk juga menyampaikan permintaan maaf kepada korban melalui akun media sosial yang mengunggah video tersebut.
"Kami kirim jawaban bahwa kami sudah mengambil tindakan cepat terkait informasi ini," jelasnya.
Selain itu, pihak desa mengambil langkah tersebut karena khawatir kejadian itu berdampak terhadap citra pariwisata Lovina.
Terlebih, lagi WNA China disebut telah meninggalkan Bali setelah kejadian itu, sehingga pihak desa tidak sempat untuk bertemu langsung.
"Kemarin keluarganya datang, mereka buat surat pernyataan, kami panggil ke kantor," kata Suka.
Untuk sementara pihak desa tidak membuat laporan polisi, karena warga asing itu sudah meninggalkan lokasi dan keluarga pria tersebut telah menunjukkan iktikad baik.
"Jadi sementara kami tidak buat laporan polisi. Karena sudah ada niat etika baik dari keluarga yang ikut mengawasi gerak-gerik mereka agar tidak nantinya mengulangi hal-hal seperti itu," ujarnya.
Video viral itu, diunggah melalui akun Instagram @aurosa_a. Dalam rekaman itu terlihat korban WNA China sedang merekam dirinya lewat handphone.
Baca Juga: Aturan Kapal Wisata Dinilai Masih Abu-Abu, Pengusaha Kapal Desak Pemerintah Benahi Regulasi
Kemudian, datang seorang pria menghampirinya dan awalnya bersikap ramah dan menyalami korban lalu mengucapkan selamat berlibur di Bali.
Selanjutnya, hal tak nyaman dialami korban dan jabat tangan yang dilakukan pria tersebut berlangsung cukup lama. Korban kemudian menyadari tangan pria itu diduga diarahkan ke bagian kemaluannya.
"Kenapa kamu memegang tanganku selama itu?. Dan aku tidak tahu apa yang sebenernya kamu lakukan," kata Aurosa dalam unggahannya yang dikutip Selasa (11/8).
Setelah kejadian tersebut, dia mengaku mengalami tekanan emosional. Dia bahkan menangis ketika dalam perjalanan kembali ke tempat penginapan.
Kontributor : M Dafi
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
BRI Money Changer Mudahkan Nasabah Tukar Valas di Lokasi Terdekat
-
Korban Pelecehan Seksual Pimpinan Ponpes di Lombok Bertambah Jadi 16 Orang, Ini Modusnya
-
Membara! Begini Kondisi Terkini Kebakaran Hutan di Jalur Gunung Rinjani
-
9 Tahun Wajib Pakai Busana Adat Bali, Ini Hasilnya
-
Tim Gabungan di Lombok Timur Sisir Puluhan Pondok Pesantren