- Karhutla melanda 723,7 hektare kawasan Bukit Setampol Gunung Rinjani sejak Selasa petang.
- Tim gabungan menghadapi kendala angin kencang dan medan terjal saat memadamkan api.
- Pihak berwenang mengerahkan delapan unsur personel dan masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.
SuaraBali.id - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Bukit Setampol, Resor Torean di jalur pendakian Gunung Rinjani Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat meluas hingga melahap 723,7 hektare di kawasan itu.
Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin mengakui api yang pertama kali muncul pada Selasa (22/9) sekitar pukul 18.50 Wita itu hingga kini belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Luas sementara areal yang terdampak kebakaran diperkirakan telah mencapai 723,7 hektare.
"Kondisi saat ini api masih membakar vegetasi. Dari total 723,7 hektare terdampak, sebanyak 74,161 hektare berhasil dipadamkan," ujarnya melalui keterangan di Mataram, Sabtu.
Ia mengatakan tim gabungan masih terus berupaya melakukan pemadaman di lapangan. Namun, hingga kini api belum berhasil dipadamkan sepenuhnya lantaran proses pemadaman menghadapi kendala berat.
"Jadi, selain kondisi angin kencang yang membuat api semakin cepat merambat, medan di lokasi kejadian juga terjal dan sulit dijangkau oleh personel gabungan," kata Sadimin.
Untuk penanganan, BPBD NTB terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Utara dan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).
Sedikitnya delapan unsur personel gabungan dikerahkan untuk melalukan pemadaman, mulai dari unsur dari TNGR, Manggala Agni, TNI, POLRI, Polisi Hutan, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Porter.
"Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan," ujarnya.
Baca Juga: Benturan Keras di Kepala, Pendaki Asal China Jatuh Pingsan di Rinjani
Menurutnya, BPBD telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla, terutama di musim kemarau.
Di mana masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan dan memastikan api benar-benar padam setelah aktivitas.
"Masyarakat juga diminta segera melapor jika menemukan titik api kepada aparat desa, petugas pemadam, BPBD atau instansi terkait," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Membara! Begini Kondisi Terkini Kebakaran Hutan di Jalur Gunung Rinjani
-
9 Tahun Wajib Pakai Busana Adat Bali, Ini Hasilnya
-
Tim Gabungan di Lombok Timur Sisir Puluhan Pondok Pesantren
-
Bule Rusia Ditemukan Tewas di Bawah Tebing Kawasan Tanjung Mebulu
-
Makin Seru di Pestapora 2026, BRImo Hadirkan Ragam Program Spesial