- Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat menyebabkan sekitar 490 pemerintah daerah, termasuk Kota Mataram, mengalami tekanan keuangan.
- Sekda Kota Mataram menyatakan kemampuan fiskal tahun 2026 hanya cukup membayar gaji pegawai hingga bulan Oktober mendatang.
- Pemkot Mataram memangkas berbagai pos pengeluaran seperti perjalanan dinas serta berharap tambahan dana transfer dari pemerintah pusat.
SuaraBali.id - Sekitar 490 pemerintah daerah di Indonesia mengalami tekanan anggaran akibat dari kebijakan efisiensi yang diterapkan pemerintah pusat.
Kondisi ini diprediksi berdampak pada pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga pembiayaan operasional pemerintah daerah.
Sehingga ratusan pemerintah daerah tersebut membutuhkan tambahan anggaran dari pemerintah pusat demi menjaga keberlangsungan belanja pegawai dan layanan dasar.
“Betul, kita termasuk dari 490 daerah itu. Pemerintah Kota Mataram tidak bisa lepas dari kondisi ini. Namun, kita akan mengurangi beberapa program kegiatan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, Kamis (6/8/2026).
Alwan menjelaskan, tanpa adanya penyesuaian belanja daerah, kemampuan fiskal Pemkot Mataram diperkirakan hanya mampu membayar gaji pegawai hingga bulan Oktober 2026.
Hal tersebut merupakan dampak dari kebijakan efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat.
“Kalau tidak dikurangi, kemampuan kita hanya bertahan 10 bulan. Untuk tahun 2026 ini, kita hanya mampu membayar gaji sampai bulan Oktober,” ujarnya.
Guna menutup kekurangan tersebut, Pemkot Mataram memilih melangkah realistis dengan memangkas sejumlah pos pengeluaran, seperti anggaran perjalanan dinas, operasional, hingga belanja modal.
“Tahun ini ada penghematan yang kita lakukan. Salah satunya perjalanan dinas. Untuk menutupi kebutuhan gaji, pos lain harus mengalah. Perjalanan dinas, belanja operasional, dan belanja modal akan kita kurangi. Hibah-hibah kita pangkas juga,” tegasnya.
Ia membeberkan, porsi belanja pegawai di Kota Mataram saat ini telah menembus angka di atas 40 persen dari total APBD.
Baca Juga: Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi di Mataram: Begini Perjalanan Tersangka Usai Habisi Korban
Besaran anggaran ini tidak hanya mencakup gaji ASN/PNS, melainkan juga mengakomodasi pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu hingga peningkatan kesejahteraan guru.
“Itu termasuk PPPK penuh waktu, guru dan ada semua. Kita diatas 40 persen,” katanya.
Di sisi lain, Pemkot Mataram tetap berharap adanya kucuran dana tambahan transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat untuk menutupi sisa kebutuhan operasional belanja daerah.
Surat permohonan penambahan dana pun telah diajukan seiring langkah efisiensi mandiri yang ditempuh daerah.
Meskipun harus melakukan pemangkasan belanja fisik dan operasional, Alwan memastikan Pemkot Mataram tetap mendapat dukungan dari program-program prioritas nasional yang disokong pusat.
Beberapa di antaranya meliputi program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Koperasi Merah Putih (KMP), dan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Ditangkap, Bos Agen Travel Raup Keuntungan Rp350 Juta per Calon Jamaah Haji
-
Berikan Akses Pendidikan Berkualitas, BRI Private dan BRI Prioritas Hadirkan Privilege Khusus
-
Dua WN China Curi Uang Bule Australia Rp27 Juta di Penerbangan Jakarta-Denpasar
-
Karyawan Maskapai di Bandara Bali Tilap Duit Perusahaan Rp600 Juta untuk Judol
-
Pendidikkan Coding Wajib di 2027, Potensi Pengembangan AI Indonesia Dilirik Investor Polandia