- Pria berinisial KD tewas akibat dugaan pengeroyokan warga di Tabanan, Bali, pada Jumat, 24 Juli 2020.
- Korban diserang massa karena terpergok mencuri seekor ayam aduan milik warga di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti.
- Polres Tabanan menyelidiki kasus pengeroyokan dan pencurian tersebut, sementara keluarga telah mengikhlaskan kepergian korban.
SuaraBali.id - Sebuah video yang memperlihatkan seorang anak perempuan menangis histeris di samping jenazah ayahnya viral di media sosial.
Momen mengharukan itu diketahui terjadi saat jenazah pria berinisial KD hendak diupacarai usai meninggal akibat dugaan pengeroyokan warga di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.
KD diduga menjadi sasaran amukan massa setelah terpergok mencuri seekor ayam aduan milik warga pada Jumat (24/7) dini hari. Korban diketahui merupakan warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.
Korban Tinggalkan Tiga Anak, Kades Mengaku Sedih Melihat Tangisan Mereka
Perbekel Desa Sidetapa, I Made Sutama, mengatakan kepergian KD meninggalkan tiga orang anak.
Anak sulung telah menikah, sedangkan anak kedua masih duduk di bangku kelas 1 SMA dan anak bungsunya masih kelas 1 SD.
"Anaknya ada tiga. Satu masih sekolah SD dan satu masih sekolah SMA, yang paling besar sudah menikah," kata Sutama saat dihubungi, Minggu (26/7).
Sutama mengaku sangat terpukul ketika menjemput jenazah korban dan melihat langsung kesedihan keluarga yang ditinggalkan.
"Saya sedih sekali melihat anak-anaknya menangis," ujarnya.
Baca Juga: Peringatan Hari Mangrove Sedunia, 15 Ribu Bibit Pohon Disebar di Batu Lumbang Tahura Ngurah Rai
Menurutnya, dugaan tindak pidana seharusnya diproses melalui jalur hukum, bukan diselesaikan dengan tindakan main hakim sendiri hingga menghilangkan nyawa seseorang.
"Kesalahan orang pasti ada, tetapi janganlah gara-gara hanya mencuri ayam sampai menghilangkan nyawa orang," tegasnya.
Ia memahami keresahan warga yang selama ini sering kehilangan ternak ayam. Namun, kondisi tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan.
"Kalau semua orang mempunyai pemikiran seperti itu, tentu akan banyak orang meninggal hanya karena persoalan pencurian. Negara kita adalah negara hukum," katanya.
Sutama mengimbau masyarakat yang memergoki dugaan pencurian cukup mengamankan pelaku dan menyerahkannya kepada aparat kepolisian agar diproses sesuai ketentuan hukum.
Di tengah duka yang dialami keluarga, ia menyebut pihak keluarga telah memilih mengikhlaskan kepergian korban dan tidak berencana menempuh jalur hukum terkait dugaan pengeroyokan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo
-
Kolektor Australia Bongkar Keindahan dan Filosofi Kain Tradisional Lombok
-
Benturan Keras di Kepala, Pendaki Asal China Jatuh Pingsan di Rinjani
-
Mobil Isuzu Elf Angkut 18 Wisatawan Terbakar di Bali
-
Nasib Warga Kampung Adat Sade yang Masih Tinggal di Pengungsian