- Yosi Eka Kurniawati dari Desa Bonjeruk merintis Ombak Food sejak 2017 dengan mengolah rempah tradisional menjadi camilan sehat.
- Produk jahe gulung berbahan alami ini berhasil menembus pasar internasional hingga ke Singapura, Malaysia, dan Selandia Baru.
- Keberhasilan bisnis ini didukung melalui pendampingan strategis dari CIMB Niaga terkait pemasaran, pengemasan, dan pengelolaan permodalan usaha.
SuaraBali.id - Siapa sangka jamu tradisional yang dulu hanya diracik sebagai penambah daya tahan tubuh kini berubah menjadi camilan sehat yang diminati hingga mancanegara.
Berbekal resep warisan leluhur, pelaku UMKM di Desa Bonjeruk, Kabupaten Lombok Tengah, berhasil menghadirkan inovasi yang membuat rempah-rempah lebih akrab dengan lidah berbagai kalangan.
Adalah Ombak Food, usaha yang dirintis Yosi Eka Kurniawati sejak 2017. Salah satu produk andalannya adalah jahe gulung, camilan berbahan rempah yang dibuat tanpa tepung terigu, tanpa minyak, dan tanpa bahan pengawet.
"Produk ini dibuat dari berbagai rempah seperti jahe, pala, cabai kuyang, dan parutan kelapa. Semuanya disangrai tanpa menggunakan minyak, sehingga sangat cocok untuk vegetarian," kata Yosi, Sabtu (27/6/2026).
Tak hanya menawarkan cita rasa khas, jahe gulung juga memiliki daya simpan yang cukup lama. Tanpa tambahan bahan pengawet, produk ini mampu bertahan antara empat hingga enam bulan, tergantung cara penyimpanannya.
"Kami sudah melakukan uji masa simpan. Produk bisa bertahan 4 sampai 6 bulan jika disimpan dengan baik," ujarnya.
Tembus Singapura hingga Selandia Baru
Inovasi tersebut ternyata mendapat sambutan positif, tidak hanya di pasar lokal tetapi juga luar negeri. Produk jahe gulung Ombak Food telah dipasarkan ke Singapura, Malaysia, hingga Selandia Baru.
Sebelum pandemi, pengiriman ke Singapura dilakukan secara rutin setiap bulan. Sementara untuk Selandia Baru, pengiriman dilakukan sesuai permintaan pelanggan.
Baca Juga: Lombok Tengah Dukung Penutupan Sementara MBG Saat Libur Sekolah
"Kalau stok mereka habis biasanya langsung pesan lagi. Sekali kirim bisa mencapai 200 boks," ungkap Yosi.
Di dalam negeri, produk Ombak Food juga tersedia di berbagai toko oleh-oleh khas Lombok. Harga jahe gulung dibanderol mulai Rp25 ribu per kotak, menyesuaikan ukuran kemasan.
Berawal dari Ramuan Ibu Pascamelahirkan
Di balik kesuksesan produk tersebut, tersimpan kisah panjang yang berakar dari tradisi masyarakat Desa Bonjeruk.
Menurut Yosi, dahulu akses menuju fasilitas kesehatan sangat terbatas. Kondisi jalan yang rusak membuat masyarakat mengandalkan ramuan herbal sebagai alternatif pengobatan, terutama bagi ibu yang baru melahirkan.
"Leluhur kami membuat ramuan ini untuk membantu meningkatkan imunitas ibu pascamelahirkan karena saat itu akses ke fasilitas kesehatan sangat jauh," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Skandal Imigrasi Bali: Bagaimana 8 Pejabat Keruk Ratusan Miliar dari WNA
-
BMKG Imbau Warga Pesisir NTB Waspadai Potensi Banjir Rob
-
Mutasi Terbesar Polri: 17 Polwan Dipromosikan Jadi Kapolres
-
Belanja Daerah Bali Masih di Bawah 30 Persen, DJPb: Tolong Belanja Dipercepat
-
Potensi Perdagangan Karbon di Bali Rp1,7 Triliun