- Yosi Eka Kurniawati dari Desa Bonjeruk merintis Ombak Food sejak 2017 dengan mengolah rempah tradisional menjadi camilan sehat.
- Produk jahe gulung berbahan alami ini berhasil menembus pasar internasional hingga ke Singapura, Malaysia, dan Selandia Baru.
- Keberhasilan bisnis ini didukung melalui pendampingan strategis dari CIMB Niaga terkait pemasaran, pengemasan, dan pengelolaan permodalan usaha.
Selain jahe gulung, Ombak Food juga memproduksi berbagai camilan sehat lainnya, seperti stik buah naga, stik kelor, dan aneka olahan berbahan pangan lokal.
Pendampingan Ubah Cara Berbisnis
Yosi mengaku, pada awal menjalankan usaha dirinya hanya berfokus pada penjualan tanpa memikirkan strategi pemasaran maupun pengembangan merek.
Namun setelah memperoleh pendampingan dari CIMB Niaga, cara pandangnya dalam mengelola usaha mulai berubah.
Tidak hanya mendapatkan akses permodalan, ia juga memperoleh pelatihan mengenai pemasaran, pengemasan produk, hingga penentuan target pasar.
"Dulu target kami yang penting produk laku. Setelah mendapatkan pembinaan, kami jadi lebih memahami siapa target pasar setiap produk dan bagaimana strategi memasarkannya," katanya.
Sementara itu, Direktur Compliance, Corporate Affairs and Legal CIMB Niaga, Fransiska Oei, mengatakan sebanyak 15 UMKM terpilih mengikuti program pendampingan setelah melalui proses seleksi dari ratusan proposal yang masuk.
Pendampingan diberikan dalam bentuk bantuan finansial maupun nonfinansial agar pelaku usaha mampu berkembang secara berkelanjutan.
"Kami tidak hanya memberikan modal, tetapi juga melakukan pendampingan agar usaha mereka terus berkembang, mulai dari peningkatan omzet, kapasitas produksi hingga kesiapan bisnis," ujar Fransiska.
Baca Juga: Lombok Tengah Dukung Penutupan Sementara MBG Saat Libur Sekolah
Menurutnya, hingga penyelenggaraan program musim keempat, total dana pembiayaan yang telah disalurkan mencapai Rp1,3 miliar.
Pada tahap berikutnya, UMKM yang telah memenuhi persyaratan, termasuk menyelesaikan pinjaman modal, akan mengikuti program inkubasi bisnis yang difokuskan pada pengembangan usaha yang lebih luas.
"Ada juga pelaku UMKM yang sebenarnya tidak membutuhkan tambahan modal. Mereka lebih membutuhkan pelatihan, mentoring, dan pendampingan agar usahanya bisa naik kelas," pungkasnya.
Kontributor: Buniamin
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 6 Sepatu Slip On Tanpa Tali Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Harga Mulai Rp120 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
BRI Money Changer Mudahkan Nasabah Tukar Valas di Lokasi Terdekat
-
Korban Pelecehan Seksual Pimpinan Ponpes di Lombok Bertambah Jadi 16 Orang, Ini Modusnya
-
Membara! Begini Kondisi Terkini Kebakaran Hutan di Jalur Gunung Rinjani
-
9 Tahun Wajib Pakai Busana Adat Bali, Ini Hasilnya
-
Tim Gabungan di Lombok Timur Sisir Puluhan Pondok Pesantren