- Mahasiswi bernama Aula dan sahabatnya menyelamatkan diri setelah KMP Putri Yasmin terbakar di laut pada rabu pagi.
- Aula terombang-ambing selama empat jam di laut lepas sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh sebuah speedboat asing.
- Sahabatnya yang bernama Indah ditemukan meninggal dunia di atas speedboat setelah terpisah akibat ombak kuat.
SuaraBali.id - Liburan kuliah yang seharusnya meninggalkan kenangan indah berubah menjadi mimpi buruk bagi Haula Dwi Juliyatri Hasibuan.
Perempuan yang akrab disapa Aula itu tak pernah menyangka perjalanan pulang dari liburan bersama dua sahabatnya di Bali akan berakhir dengan perjuangan hidup dan mati di tengah laut.
Rabu pagi, 12 Agustus 2026, KMP Putri Yasmin yang mereka tumpangi terbakar di tengah perjalanan. Dalam hitungan menit, suasana kapal berubah menjadi kepanikan.
Asap hitam pekat mengepul dan memenuhi badan kapal. Penumpang berdesakan mencari jalan keluar. Teriakan dan instruksi petugas bercampur menjadi satu.
Di tengah kepanikan itu, Aula hanya punya satu pilihan. Menyelamatkan diri.
“Kami sudah sangat panik karena asap tebal bikin sesak napas. Kapal minta tunggu arahan nahkoda, tapi suasana sangat membingungkan. Ada yang menyuruh melompat, ada yang bilang bertahan,” kenang Aula saat ditemui, Kamis (13/8/2026).
Lompat ke Laut, Bertaruh Nyawa
Kondisi kapal yang semakin membahayakan membuat Aula dan dua sahabatnya mengambil keputusan paling berisiko dalam hidup mereka.
Mereka melompat ke laut.
Baca Juga: Update Kebakaran KMP Putri Yasmin: Korban Selamat Terus Bertambah, 39 Penumpang Baru Tiba di Lembar
Begitu tubuh menyentuh air, perjuangan sebenarnya baru dimulai.
Laut yang luas dan gelap menjadi satu-satunya tempat mereka bertahan. Tak ada daratan di depan mata. Tak ada kepastian kapan pertolongan datang.
Selama sekitar 30 menit pertama, ketiganya berusaha tetap bersama. Mereka saling memanggil nama dan berusaha menggenggam tangan satu sama lain agar tidak terpisah.
Namun, satu nama terus mereka panggil.
Indah.
“Kami berusaha saling menggenggam tangan, tapi satu teman kami, Indah (korban meninggal), tidak bisa kami raih. Selama setengah jam kami terus berteriak memanggil Indah untuk memastikan dia tetap aman,” tutur Aula dengan suara bergetar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Membara! Begini Kondisi Terkini Kebakaran Hutan di Jalur Gunung Rinjani
-
9 Tahun Wajib Pakai Busana Adat Bali, Ini Hasilnya
-
Tim Gabungan di Lombok Timur Sisir Puluhan Pondok Pesantren
-
Bule Rusia Ditemukan Tewas di Bawah Tebing Kawasan Tanjung Mebulu
-
Makin Seru di Pestapora 2026, BRImo Hadirkan Ragam Program Spesial