Muhammad Yunus
Minggu, 10 Mei 2026 | 15:28 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster ajak masyarakat dukung perjalanan spiritual para biksu IWFP 2026 yang melintasi Bali, Buleleng, Sabtu 9/5/2026 [SuaraBali.id/ANTARA/HO-Pemprov Bali]
Baca 10 detik
  • Gubernur Bali melepas 50 biksu dari lima negara memulai perjalanan spiritual Indonesia Walk For Peace menuju Candi Borobudur.
  • Perjalanan selama 20 hari sejak 9 Mei ini membawa misi kampanye perdamaian, toleransi, dan persaudaraan bagi masyarakat dunia.
  • Pemerintah mengajak masyarakat dan pemerintah daerah mendukung perjalanan suci ini guna menjaga kesucian serta keharmonisan antarumat beragama.

SuaraBali.id - Gubernur Bali Wayan Koster mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah daerah yang wilayahnya dilalui para biksu peserta Indonesia Walk For Peace (IWFP) mendukung perjalanan spiritual tersebut.

“Kita semua punya tanggung jawab untuk mendukung agar semua berjalan dengan lancar dan sukses, kita ikut mendoakan agar perjalanan 20 hari ini berjalan lancar, selamat sampai tujuan tanpa hambatan apa pun,” kata dia dalam siaran resmi Pemprov Bali di Denpasar, Minggu (10/5).

Koster saat melepas perjalanan para biksu dari Brahma Vihara Arama, Kabupaten Buleleng, menyampaikan rasa hormat kepada seluruh peserta yang menjalani perjalanan panjang dengan penuh semangat dan disiplin spiritual itu.

“Kita "respect", kita hormat semuanya, tepuk tangan untuk para biksu yang mulia,” ucapnya.

Menurut dia, perjalanan spiritual sekaligus kampanye perdamaian IWFP 2026 sangat selaras dengan visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali, dimana Pemprov Bali menekankan pentingnya menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya.

Sebanyak 50 biksu dari Laos, Thailand, Kamboja, Malaysia, serta Indonesia memulai perjalanan dari Bali menuju Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Untuk itu dukungan dari masyarakat dan pemerintah daerah yang wilayahnya dilalui dengan berjalan kaki oleh biksu sejauh ribuan kilometer selama 20 hari ini penting.

Menurut Gubernur Koster, IWFP 2026 bukan sekadar ritual keagamaan umat Buddha, melainkan simbol kuat toleransi, persaudaraan, dan pesan perdamaian dunia yang dipancarkan dari Bali.

“Ini sesuatu yang sangat-sangat sakral, yaitu kegiatan perjalanan suci dalam rangka perayaan Hari Waisak yang jatuh pada tanggal 31 Mei, berangkat 9 Mei dan direncanakan tiba tanggal 28 Mei, kurang lebih 20 hari perjalanan, ini adalah satu tekad, satu niat mulia, suci, luar biasa baru pertama kali kita melihat kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Baca Juga: Populasi Lansia di Bali Melonjak, Penduduk Usia Produktif Berkurang

Pemprov Bali meyakini perjalanan suci para biksu akan menarik perhatian masyarakat internasional karena membawa pesan universal tentang perdamaian dan toleransi.

Koster berharap perjalanan damai tersebut mampu menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat Bali, Indonesia, bahkan dunia internasional untuk terus menjaga toleransi dan persaudaraan di tengah keberagaman.

“Semoga kegiatan yang dijalankan dengan niat mulia dan suci ini betul-betul menjadi sumber inspirasi bagi kita semua, tidak saja masyarakat Bali, tetapi juga masyarakat dan bangsa Indonesia untuk selalu hidup dengan penuh toleransi dan penuh kedamaian,” kata dia.

Perjalanan damai lintas daerah itu juga diharapkan memberi energi positif dan vibrasi kedamaian bagi masyarakat dunia.

Dalam pelepasan perjalanan IWFP 2026 Sabtu (9/5) kemarin turut hadir Wakil Menteri Agama Romo R. Muhammad Syafi'i, dimana ia menilai tradisi spiritual yang dilakukan para biksu menunjukkan bahwa nilai toleransi dan kedamaian sejatinya telah hidup lama di nusantara.

“Kita mengapresiasi, sebelum kita menerapkan politik toleransi dan moderasi sebenarnya bangsa ini sudah punya fondasi yang sama yaitu bagaimana umat beragama meninggalkan hawa nafsu dan menebarkan kedamaian,” kata dia.

Load More