Muhammad Yunus
Selasa, 28 April 2026 | 16:11 WIB
Tenda pengantar jamaah haji di Lombok Timur [Suarabali.id/Buniamin]
Baca 10 detik
  • Keluarga pengantar jamaah haji memadati jalan lingkar selatan di depan Asrama Haji Embarkasi Lombok, Senin (27/4/2026) malam.
  • Tradisi turun-temurun mendorong warga rela menginap di pinggir jalan demi menyaksikan keberangkatan sanak saudara ke Tanah Suci.
  • Sebanyak 393 jamaah haji kloter enam asal Lombok Timur dijadwalkan berangkat menuju bandara pada Selasa sore hari.

SuaraBali.id - Suasana di jalan lingkar selatan selama musim haji cukup padat pada Senin (27/4/2026) malam.

Pasalnya, para pengantar jamaah rela menginap di pinggir jalan demi melihat sanak saudaranya berangkat ke Tanah Suci.

Mengantar jamaah calon haji Asrama Haji Embakasi Lombok menjadi sebuah tradisi dari turun temurun.

Satu orang yang berangkat haji biasanya diantar oleh satu kampung. Sebagian dari mereka ada yang menginap.

Salah seorang pengantar jamaah dari Lombok Timur, Talaah mengatakan dirinya dan anggota keluarga yang lain menginap di depan asrama haji.

Tahun ini, kakak kandungnya mendapatkan giliran untuk berangkat ke Tanah Suci.

"Saya mengantar kakak. Tidak tahu berapa yang akan menginap tapi banyak," katanya Senin (27/4/2026) malam.

Ia mengatakan, untuk pertama kalinya dia dan keluarga ikut mengantar jamaah haji.

Salah satu alasannya menginap adalah agar bisa melihat bus atau kendaraan yang akan membawa jamaah haji berangkat ke bandara.

Baca Juga: Dilarang Bawa Sambal Terasi, Makanan Jamaah Calon Haji Disita Petugas

"Bisa melihat kakak berangkat. Besok berangkat ke bandara jadi mau diam disini sampai berangkat," ungkapnya.

Posisi itu dinilai cukup strategis meski tanpa tenda. Ia mengaku persiapan atau bekal yang dibawa juga seadanya yaitu hanya tikar dan beberapa makanan.

"Tidak pakai tenda. Soalnya tidak bawa juga. Kalau untuk makanan nanti kita beli," katanya.

Perempuan berusia 46 tahun ini rela duduk di median jalan persis di depan asrama haji bersama keluarganya.

Ia mengaku berangkat dari Lombok Timur tepatnya Kecamatan Sambelia pada puku 13.00 wita dan tiba di Asrama haji pada pukul 16.00 wita.

"Kita berangkat setelah shalat Zuhur dan tiba disini sekitar jam 4. Tadi kena macet," katanya.

Load More