Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDTT) Yandri Susanto. (Suara.com/Lilis)
Baca 10 detik
- Kementerian Desa PDT mulai mengoperasikan koperasi merah putih di NTB untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa secara mandiri.
- Menteri Yandri Susanto memberlakukan moratorium izin ritel modern baru agar koperasi desa dapat mendominasi pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.
- Keuntungan koperasi desa akan kembali ke masyarakat dan kas desa guna membantu pengentasan kemiskinan ekstrem di seluruh wilayah.
Misalnya koperasi desa merah putih, peningkatan ketahanan pangan local desa, desa swasembada energi, air dan papan, hilirisasi produk unggulan desa dan lainnya.
“Saya minta petakan dari 1200 desa yang ada di mau dibuat apa. Mungkin ada yang mau dibuat desa tematik, desa ekspor dan desa wisata. Tadi saya sampaikan dan siap mensupport desa yang ada di NTB dengan potensi yang ada di setiap desa,” pungkasnya.
Kontributor : Buniamin
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern