Muhammad Yunus
Senin, 13 April 2026 | 16:18 WIB
Ilustrasi UTBK/Gemini AI
Baca 10 detik
  • Pelajar yang gagal mengikuti SNBP 2026 masih berpeluang masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur seleksi SNBT.
  • Materi seleksi SNBT 2026 mencakup Tes Potensi Skolastik dan Tes Literasi dengan berbagai subtes kemampuan akademik.
  • Artikel ini menyediakan contoh soal dan pembahasan untuk mempersiapkan calon mahasiswa dalam menghadapi ujian seleksi tersebut.

SuaraBali.id - Bagi pelajar yang tidak berhasil lolos Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur SNBP 2026, masih ada kesempatan untuk mencoba jalur SNBT.

Materi tes dalam Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) SNBT 2026 terdiri atas dua komponen, yaitu Tes Potensi Skolastik dan Tes Literasi.

Dalam Tes Potensi Skolastik dan Tes Literasi ini terbagi lagi menjadi beberapa jenis tes, diantaranya yakni Penalaran Umum, Pengetahuan dan Pemahaman Umum, Kemampuan Memahami Bacaan dan Menulis, Pengetahuan Kuantitatif, Literasi dalam Bahasa Indonesia, Literasi dalam Bahasa Inggris hingga Penalaran Matematika.

Berikut contoh soal Pemahaman Bacaan dan Menulis SNBT yang pernah muncul:

1. Bacalah teks berikut!

(1) Eksplorasi luar angkasa telah memasuki babak baru dengan keterlibatan sektor swasta yang semakin dominan.

(2) Perusahaan seperti SpaceX dan Blue Origin berlomba-lomba mengembangkan roket yang dapat digunakan kembali untuk menekan biaya peluncuran.

(3) Tujuan jangka panjang mereka bukan hanya wisata luar angkasa, tetapi juga kolonisasi Mars. (4) Namun, ambisi ini menuai kritik terkait dampak lingkungan dari emisi roket yang masif.

(5) Para ilmuwan mengingatkan bahwa lapisan ozon bisa terancam jika frekuensi peluncuran meningkat drastis tanpa regulasi yang ketat.

Baca Juga: Kunci Jawaban Soal SNBT: Penalaran Umum

Frasa yang masif pada kalimat (4) sebaiknya ...

A. Diganti dengan sangat banyak untuk efektivitas kalimat.

B. Dipertahankan karena menunjukkan skala emisi yang signifikan.

C. Diganti dengan kata besar agar lebih mudah dipahami awam.

D. Dihilangkan karena maknanya sudah terwakili oleh konteks kalimat.

E. Diusahakan diganti dengan istilah teknis signifikan.

Jawaban:

B. Dipertahankan karena menunjukkan skala emisi yang signifikan.

Kata 'masif' dalam KBBI berarti utuh dan padat, atau kuat. Dalam konteks emisi dan dampak lingkungan, kata ini sering digunakan secara kiasan untuk menggambarkan sesuatu yang berskala besar, hebat, atau berdampak luas secara intens.

Penggunaan kata ini sudah tepat untuk memberikan penekanan pada besarnya volume dan dampak emisi roket, yang mungkin tidak tersampaikan dengan kuat jika hanya menggunakan kata 'besar' atau 'banyak'.

2. Bacalah teks berikut!

(1) Batik telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Takbenda.

(2) Pengakuan ini seharusnya menjadi momentum untuk melestarikan teknik pembuatan batik tulis yang makin ditinggalkan.

(3) Generasi muda saat ini lebih memilih batik cap atau printing karena harganya yang jauh lebih murah.

(4) Jika kondisi ini dibiarkan, pengrajin batik tulis tradisional akan kehilangan penerus.

(5) Pemerintah harus memberikan insentif fiskal agar mereka bisa bertahan di tengah gempuran industri tekstil massal.

Penulisan kata yang tidak baku dalam teks tersebut adalah ...

A. Teknik (Kalimat 2)

B. Massal (Kalimat 5)

C. Insentif (Kalimat 5)

D. Printing (Kalimat 3)

E. Pengrajin (Kalimat 4)

Jawaban:

E. Pengrajin (Kalimat 4)

Kata 'pengrajin' adalah bentuk tidak baku. Berdasarkan kaidah pembentukan kata dalam bahasa Indonesia, kata dasar 'rajin' (yang diawali huruf r) jika diberi imbuhan pe- tidak mengalami peluluhan atau penambahan bunyi sengau 'ng'. Bentuk yang baku adalah perajin (pe + rajin), sama halnya dengan 'pe- + rusak' menjadi 'perusak', bukan 'pengrusak'.

3. Bacalah teks berikut dengan saksama!

(1) Fenomena fear of missing out (FoMO) kian mewabah di kalangan remaja seiring masifnya penggunaan media sosial.

(2) Kondisi ini ditandai dengan kecemasan berlebihan bahwa orang lain sedang memiliki pengalaman yang lebih menyenangkan.

(3) Akibatnya, individu merasa perlu untuk terus terhubung dengan apa yang dilakukan orang lain melalui dunia maya.

(4) Dampak psikologis dari sindrom ini tidak bisa dianggap remeh karena dapat memicu depresi.

(5) Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa penggunaan media sosial lebih dari tiga jam sehari meningkatkan risiko masalah kesehatan mental internalisasi pada remaja.

Kalimat (3) dalam teks tersebut memiliki pola kalimat yang sama dengan kalimat ...

A. Ibu memasak nasi goreng di dapur tadi pagi.

B. Pemerintah berupaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

C. Ayah membaca koran ketika hujan turun dengan deras.

D. Mereka bekerja keras demi masa depan yang lebih cerah.

E. Kami menganggap keputusan itu sebagai solusi terbaik.

Jawaban:

D. Mereka bekerja keras demi masa depan yang lebih cerah.

Kalimat (3) memiliki struktur: 'individu' (Subjek) + 'merasa perlu' (Predikat) + 'untuk terus terhubung...' (Keterangan Tujuan/Pelengkap). Pola intinya adalah S-P-Ket. Hal ini setara dengan kalimat 'Mereka' (Subjek) + 'bekerja keras' (Predikat) + 'demi masa depan yang lebih cerah' (Keterangan Tujuan). Pilihan-pilihan lain memiliki Objek (S-P-O), sedangkan pilihan lain memiliki Pelengkap yang berbeda struktur.

4. Bacalah teks berikut!

(1) Hutan mangrove memiliki fungsi ekologis yang vital sebagai penahan abrasi pantai. (2) Akar-akarnya yang kuat mampu mencengkeram tanah lumpur sehingga mencegah erosi akibat ombak.

(3) Selain itu, hutan mangrove menjadi habitat bagi berbagai biota laut, seperti udang, kepiting, dan ikan-ikan kecil.

(4) Sayangnya, konversi lahan mangrove menjadi tambak udang dan permukiman terus terjadi secara ilegal.

(5) Pemerintah daerah perlu menindak tegas pelaku perusakan lingkungan ini demi keberlangsungan ekosistem pesisir.

Judul yang paling tepat untuk teks tersebut adalah ...

A. Fungsi Ekologis Hutan Mangrove dan Ancamannya

B. Cara Mencegah Abrasi Pantai dengan Mangrove

C. Penegakan Hukum Lingkungan di Wilayah Pesisir

D. Habitat Biota Laut di Hutan Mangrove

E. Konversi Lahan Mangrove menjadi Tambak

Jawaban:

A. Fungsi Ekologis Hutan Mangrove dan Ancamannya

Judul teks harus mencerminkan keseluruhan isi bacaan. Teks tersebut terbagi menjadi dua bagian: kalimat 1-3 menjelaskan manfaat/fungsi mangrove, sedangkan kalimat 4-5 menjelaskan ancaman (konversi lahan) dan solusinya. Judul 'Fungsi Ekologis Hutan Mangrove dan Ancamannya' adalah yang paling komprehensif karena mencakup kedua aspek pembahasan tersebut.

5. Bacalah teks berikut!

(1) Meditasi mindfulness terbukti efektif menurunkan tingkat stres pada pekerja korporat.

(2) Teknik ini mengajarkan individu untuk fokus pada kondisi saat ini tanpa memberikan penilaian atau penghakiman.

(3) Dengan rutin berlatih, seseorang dapat mengontrol respons emosionalnya terhadap tekanan pekerjaan. (4) Banyak perusahaan besar kini memfasilitasi kelas meditasi bagi karyawannya.

(5) Hal ini dilakukan demi menjaga produktivitas dan kesejahteraan mental aset sumber daya manusia mereka.

Kelompok kata tanpa memberikan penilaian atau penghakiman pada kalimat (2) dapat disempurnakan menjadi ...

A. Tanpa menilai atau menghakimi.

B. Dengan sikap penerimaan total.

C. Tanpa prasangka subjektif.

D. Tanpa penilaian ataupun penghakiman.

E. Secara objektif dan netral.

Jawaban:

A. Tanpa menilai atau menghakimi.

Perbaikan tersebut mengubah frasa benda (nominal) 'memberikan penilaian' menjadi kata kerja (verbal) 'menilai'. Hal ini membuat kalimat lebih hemat kata (efisien) dan dinamis.

Struktur 'tanpa menilai atau menghakimi' juga lebih sejajar dengan kata kerja 'fokus' di bagian awal kalimat.

6. Bacalah teks berikut!

(1) Vaksinasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling cost-effective. (2) Dengan cakupan imunisasi yang tinggi, kekebalan kelompok (herd immunity) dapat terbentuk untuk melindungi kelompok rentan.

(3) Namun, gerakan antivaksin yang menyebarkan disinformasi di media sosial menjadi tantangan serius. (4) Mereka sering mengaitkan vaksin dengan efek samping yang tidak terbukti secara ilmiah.

(5) Edukasi yang persuasif dan berbasis data diperlukan untuk melawan narasi menyesatkan tersebut.

Penulisan kata serapan atau penggunaan istilah asing yang kurang tepat (karena sudah ada padanannya) dalam teks adalah ...

A. Efek samping (Kalimat 4)

B. Cost-effective (Kalimat 1)

C. Herd Immunity (Kalimat 2)

D. Disinformasi (Kalimat 3)

E. Persuasif (Kalimat 5)

Jawaban:

B. Cost-effective (Kalimat 1)

Meskipun istilah 'cost-effective' ditulis miring (benar secara ejaan untuk istilah asing), penggunaannya dianggap kurang tepat dalam teks bahasa Indonesia formal jika padanan katanya sudah tersedia.

Istilah 'cost-effective' dapat diganti dengan 'hemat biaya' atau 'mangkus biaya'. Pengutamaan bahasa Indonesia dianjurkan ketika padanan kata sudah umum digunakan.

7. Bacalah teks berikut!

(1) Kemacetan di Jakarta bukan lagi sekadar masalah transportasi, melainkan masalah tata ruang. (2) Pembangunan gedung pencakar langit yang terpusat di kawasan segitiga emas menarik jutaan pekerja setiap harinya.

(3) Sistem transportasi massal, seperti MRT dan LRT, sudah dibangun untuk mengurai kepadatan ini. (4) Akan tetapi, integrasi antarmoda masih menjadi pekerjaan rumah yang besar.

(5) Penumpang sering kali kesulitan berpindah dari satu moda ke moda lain karena trotoar yang tidak ramah pejalan kaki.

Kalimat (4) dan (5) dapat digabung menjadi satu kalimat majemuk bertingkat yang efektif dengan penanda hubungan ...

A. Kenyataan

B. Syarat

C. Pertentangan

D. Sebab-akibat

E. Konsesif

Jawaban:

D. Sebab-akibat

Hubungan antara kalimat (4) dan (5) adalah hubungan kausalitas. Kalimat (4) menyatakan masalah umum (integrasi antarmoda masih menjadi PR), dan kalimat

(5) menjelaskan bukti atau dampaknya (penumpang kesulitan berpindah). Penggabungan yang tepat menggunakan konjungsi sebab-akibat, misalnya: 'Integrasi antarmoda masih menjadi pekerjaan rumah yang besar SEBAB penumpang sering kali kesulitan berpindah dari satu moda ke moda lain...'.

8. Bacalah teks berikut!

(1) Literasi digital bukan sekadar kemampuan mengoperasikan perangkat teknologi. (2) Lebih dari itu, literasi digital mencakup kemampuan berpikir kritis dalam mengevaluasi informasi yang diterima.

(3) Di era post-truth, hoaks menyebar lebih cepat daripada fakta karena memainkan emosi pembaca. (4) Oleh karena itu, kurikulum pendidikan harus segera beradaptasi.

(5) Pengajaran coding memang penting, tetapi penguatan logika dan verifikasi fakta jauh lebih mendesak untuk diajarkan sejak dini agar supaya generasi muda tidak mudah terhasut.

Kalimat yang mengandung pemborosan kata adalah ...

A. Kalimat (3)

B. Kalimat (4)

C. Kalimat (2)

D. Kalimat (1)

E. Kalimat (5)

Jawaban:

E. Kalimat (5)

Kalimat (5) mengandung frasa 'agar supaya'. Kata 'agar' dan 'supaya' adalah sinonim yang memiliki fungsi sama sebagai konjungsi tujuan. Penggunaan keduanya secara bersamaan dalam satu frasa adalah bentuk pleonasme (pemborosan kata) yang harus dihindari dalam kalimat efektif. Seharusnya cukup digunakan salah satu saja, misalnya 'agar generasi muda...' atau 'supaya generasi muda...'.

9. Bacalah teks berikut!

(1) Pemerintah berencana menghapus tenaga honorer di instansi pemerintahan pada akhir tahun ini. (2) Kebijakan ini menuai pro dan kontra di berbagai kalangan masyarakat. (3) Pihak yang mendukung beralasan bahwa langkah ini akan meningkatkan efisiensi anggaran dan kualitas birokrasi. (4) Di sisi lain, pihak yang menolak mengkhawatirkan nasib ratusan ribu honorer yang akan kehilangan mata pencaharian. (5) Solusi jalan tengah, seperti pengangkatan bertahap menjadi PPPK, perlu dikaji lebih mendalam agar tidak menimbulkan gejolak sosial.

Frasa jalan tengah pada kalimat (5) bermakna ...

A. Cara penyelesaian masalah yang menunda keputusan inti.

B. Solusi yang mengakomodasi kepentingan kedua belah pihak.

C. Langkah kompromi yang cenderung merugikan salah satu pihak.

D. Kebijakan yang diambil secara sepihak oleh pemerintah.

E. Keputusan yang diambil berdasarkan suara terbanyak.

Jawaban:

B. Solusi yang mengakomodasi kepentingan kedua belah pihak.

Dalam konteks negosiasi atau konflik, 'jalan tengah' adalah ungkapan idiomatis yang bermakna solusi kompromi. Solusi ini berusaha menjembatani perbedaan antara dua kubu (pro dan kontra) sehingga dapat diterima oleh semua pihak dan meminimalkan kerugian.

10. Bacalah teks berikut!

(1) Kecerdasan buatan (AI) generatif mampu menciptakan karya seni yang menyaingi buatan manusia. (2) Lukisan, puisi, hingga musik dapat dihasilkan dalam hitungan detik hanya dengan memasukkan perintah teks.

(3) Hal ini memicu perdebatan etis mengenai hak cipta dan orisinalitas karya. (4) Apakah AI bisa disebut sebagai seniman jika ia hanya mengolah data dari karya-karya yang sudah ada? (5) Jawaban atas pertanyaan ini akan menentukan arah hukum kekayaan intelektual di masa depan.

Kalimat yang merupakan tesis atau pernyataan posisi penulis (jika teks ini dikembangkan menjadi eksposisi) tersirat pada kalimat ...

A. Kalimat (5)

B. Kalimat (1)

C. Kalimat (4)

D. Kalimat (3)

E. Kalimat (2)

Jawaban:

D. Kalimat (3)

Tesis dalam teks eksposisi adalah pernyataan pendapat atau isu utama yang akan dibahas. Kalimat (1) dan (2) adalah latar belakang fakta tentang kemampuan AI.

Kalimat(3) mengangkat inti permasalahan, yaitu 'perdebatan etis mengenai hak cipta', yang menjadi pokok pikiran yang akan dikembangkan atau diperdebatkan lebih lanjut dalam tulisan tersebut.

Kontributor : Kanita

Load More