- Pemerintah Indonesia sempat merencanakan penerapan sekolah daring pada April 2026 sebagai strategi efisiensi energi bagi para siswa.
- Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh tersebut didukung oleh infrastruktur internet serta berbagai platform digital untuk memfasilitasi kebutuhan pendidikan.
- Pemerintah akhirnya membatalkan wacana sekolah daring tersebut dan menetapkan bahwa kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara tatap muka.
SuaraBali.id - Belakangan ini ramai soal wacana sekolah daring pasca libur lebaran. Rencana kegiatan belajar mengajar secara daring itu dimulai pada April 2026.
Hal ini sebagai bagian dari kebijakan efisiensi atau strategi penghematan energi yang tengah dikaji pemerintah.
Sekolah daring sendiri merupakan proses belajar mengajar jarak jauh yang memanfaatkan teknologi internet dan perangkat digital sebagai media utama interaksi antara guru dan siswa.
Penerapan sekolah daring di Indonesia sudah didukung oleh infrastruktur internet yang semakin merata ke berbagai daerah.
Melalui platform e-learning, setiap materi Pelajaran dapat diakses dalam bentuk video, dokumen digital, hingga sesi diskusi tatap muka secara virtual.
Meski demikian, masih banyak siswa hingga orang tua siswa yang gagap dan merasa bingung menghadapi transisi digital tersebut. Berikut tips – tips untuk menjalani sekolah daring:
1. Manfaatkan waktu sebaik mungkin
Dalam melakukan pembelajaran atau proses belajar mengajar secara daring ini sebenarnya semakin mempermudah siswa untuk memahami materi.
Namun, pada kenyataannya siswa sering kali mengalami kesulitan dalam memahami tugas dan intruksi dalam pembelajaran.
Baca Juga: Tips Anti Malas Masuk Sekolah Setelah Libur Panjang, Dijamin Bikin Kamu Kembali Produktif
Dengan begitu, manfaatkan waktu sebaik mungkin selama di rumah.
Siswa harus ekstra dalam memanfaatkan waktu untuk mempelajari kembali materi yang telah diberikan dalam pembelajaran daring, agar semakin paham.
2. Melatih fokus
Setiap melakukan diskusi (pembelajaran) secara daring, siswa diharapkan mampu melatih fokus untuk berkonsentrasi mendengarkan materi.
Apabila pembelajaran dilakukan via zoom dan aplikasi sejenisnya, anda bisa mulai dengan menggunakan headphone maupun headset agar suara dari luar terfilter.
Pasalnya, fokus yang terpecah justru akan merusak konsentrasi, sehingga materi yang diajarkan tidak akan bisa masuk ke dalam otak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Baku Hantam Antara WN Australia di Kelab Malam Bali, Sekuriti Kena Pukul
-
PELOPOR BRI 2026, Langkah BRI Perkuat Integritas di Semua Lini
-
Tantowi Yahya: China Jauh di Depan dalam AI, Mahasiswa Bali Didorong Belajar ke Tsinghua
-
5 Jalur Resmi Rinjani Kembali Dibuka, Cek Cara Daftarnya
-
Pasma Royce Jadi Kapolda Bali, Gantikan Daniel Adityajaya