Anak muda saat ikut tradisi maleman di Lombok Barat [Suarabali.id/Buniamin]
Baca 10 detik
- Tradisi "maleman" atau bakar lampu jojor dilaksanakan masyarakat Lombok pada malam-malam ganjil Ramadan untuk menyambut Lailatul Qadar.
- Lampu jojor terbuat dari bahan seperti kemiri, kacang, kapas, dan kadang oli, lalu ditancapkan di rumah atau beras zakat fitrah.
- Di Desa Sembung, Lombok Barat, tradisi ini khusus dirayakan pada malam ke-27 Ramadan bersamaan dengan peringatan Nuzulul Qur'an.
Bahkan sejarah tradisi ini harus diceritakan kepada anak muda. Sehingga bisa mengetahui asal usul dari tradisi-tradisi yang dilestarikan oleh para orang tua.
“Ini tradisi jaman dulu jadi harus tetap dijaga. Anak-anak harus tetap terlibat. Jadi mereka bisa mengenal tradisi-tradisi baik,” katanya.
Kontributor : Buniamin
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Digerebek di Denpasar, Pria Ini Simpan Ekstasi dan 5 Senpi Rakitan di Ruang Tamu
-
Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi di Mataram: Begini Perjalanan Tersangka Usai Habisi Korban
-
WNA Amerika Jual Lahan di Kintamani Bali, Begini Respons Imigrasi
-
WNA Perempuan Baku Hantam Gara-gara Antre Jagung Bakar? Ini Penjelasan Polisi
-
Kecam Pernyataan Londo Ireng, Jurnalis Bali: Prabowo Harus Minta Maaf