- Solidaritas Jurnalis Bali menggelar aksi protes di Denpasar pada Minggu pagi, 2 Agustus 2026.
- Aksi tersebut mengecam pernyataan Prabowo Subianto yang menyebut jurnalis dan pengamat sebagai londo ireng.
- Massa mendesak Prabowo meminta maaf serta menghentikan stigmatisasi buruk terhadap insan pers yang kritis.
SuaraBali.id - Solidaritas Jurnalis Bali (SJB) menggelar aksi di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Denpasar pada, pada Minggu (2/8) pagi.
Aksi tersebut, mengecam pernyataan Prabowo Subianto yang menyebut jurnalis, wartawan, LSM, dan pengamat sebagai londo ireng pada puncak peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center pada tanggal 23 Juli 2026.
Aksi tersebut, digelar bersamaan dengan pelaksanaan car free day ini mendapat perhatian dari masyarakat yang melakukan aktivitas di kawasan lapangan Puputan Renon.
Mereka juga ikut mendukung aksi dengan membubuhkan tanda tangan pada kain putih yang digelar di tempat aksi.
Selain itu, mereka juga membawa poster bertuliskan,"Wowo Jurnalis Bukan Londo Ireng", "Kulit Kami Memang Ireng Tapi Bukan Londo Ireng", "Presiden Harus Minta Maaf", hingga,"Mengungkap Fakta Bukan Dosa". Dan para jurnalis secara bergiliran menyampaikan orasinya.
Selain itu, juga ada teatrikal dengan menggunakan topeng wajah Prabowo Subianto, Puan Maharani, dan Sufmi Dasco Ahmad sebagai bentuk sindiran kongkalikong antara eksekutif dan legislatif.
Koordinator aksi Rizky Setyo Samudro mengatakan, melalui aksi ini SJB mengutuk keras pelabelan londo ireng yang dilakukan Prabowo Subianto.
"Kami dari Solidaritas Jurnalis Bali, yang merupakan gabungan dari organisasi pers, perusahaan media, dan elemen masyarakat sipil yang peduli terhadap kebebasan berekspresi serta kemerdekaan pers, menyatakan mengutuk keras pernyataan Prabowo Subianto yang melabeli jurnalis sebagai londo ireng," kata Rizky.
Di tengah kondisi negara saat ini, ketika lembaga legislatif yang seharusnya berdiri tegak sebagai wakil rakyat justru bertransformasi menjadi corong pemerintah dan tumpul dalam menjalankan fungsi pengawasannya atau checks and balances pers sejatinya adalah benteng terakhir demokrasi.
Baca Juga: WNA Kembali Berulah Indikasi Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Diminta Bertindak Tegas
Oleh karena itu, menyerang dan memberikan stigma buruk kepada pers dengan label londo ireng sama artinya dengan berupaya meruntuhkan pertahanan terakhir masyarakat dalam mengawasi jalannya kekuasaan pemerintahan. Bagi SJB, pernyataan tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap profesi jurnalis.
Selain itu, pelabelan londo ireng juga bentuk penghinaan terhadap kelompok yang kritis terhadap pemerintah.
"Jika pers dan pihak-pihak yang menyuarakan kritik dibungkam dengan stigmatisasi negatif. Hal ini secara terang-terangan memperlihatkan wajah pemerintahan yang antikritik dan alergi terhadap pengawasan publik," katanya.
Pernyataan Prabowo juga merupakan bentuk pengkhianatan terhadap mandat Undang-undang Pers. SJB menegaskan jika pers bekerja untuk publik, bukan asing.
Dan SJB meminta agar Prabowo menghentikan narasi negatif yang disematkan untuk jurnalis atau kelompok kritis.
"Kerap kali Prabowo Subianto dalam narasinya memandang jurnalis atau pengamat yang kritis sebagai ancaman dan menggunakan retorika antek-antek asing, musuh rakyat atau media tidak netral untuk mendelegitimasi liputan independen atau pernyataan kritis yang bertujuan membangun, bukan menjatuhkan," terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
WNI dan WNA Dilaporkan Hilang Tertimbun Longsor Masih Dicari
-
Darya-Varia Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dengan DiVi Lab di Self-Care AMRUN 5K 2026, Bali
-
Tiga Wilayah Bali Diterjang Longsor, Dua Orang Diduga Masih Tertimbun
-
Longsor Terjang Eco Park Pelaga Bali, Dua Orang Dilaporkan Tertimbun
-
Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah