- Sertifikat tanah merupakan bukti sah kepemilikan lahan yang memberikan jaminan hukum bagi pemiliknya sesuai aturan berlaku.
- Sertifikat atas nama pemilik lama berisiko sengketa, penjualan ilegal, masalah pajak, dan tidak diakui secara hukum.
- Proses balik nama memerlukan dokumen lengkap, diajukan ke kantor pertanahan, dan disarankan menggunakan notaris resmi.
SuaraBali.id - Sertifikat tanah merupakan dokumen penting yang harus dimiliki seseorang saat sudah membeli tanah.
Dokumen ini menjadi tanda bukti sah dan otentik terkait kepemilikan sebuah lahan atau tanah sesuai dengan aturan yang berlaku.
Sertifikat tanah ini menjadi bukti kepemilikan hak milik yang bisa digunakan sebagai jaminan hukum kebutuhan sosial maupun ekonomi bagi pemiliknya.
Dalam Undang – Undang Pasal 33 ayat (3) menerangkan bahwa bumi, air, dan ruang angkasa termasuk kekayaan alam yang terdapat di dalamnya adalah milik negara (dikuasai oleh negara).
Tujuannya adalah agar dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kemakmuran dan kesejahteraan Masyarakat.
Namun, memiliki sertifikat tanah juga tak sekedar memiliki saja, terlebih saat membeli dari pihak kedua (pemilik lama).
Pastikan bahwa sertifikat tanah tersebut atas nama pembeli/pemilik baru, dan bukan pemilik lama.
Jika sertifikat tanah tersebut atas nama pemilik lama dan tak kunjung dibalik nama justru akan berisiko.
Ini Risiko Sertifikat Tanah atas nama Pemilik Lama:
Baca Juga: Konflik Tanah Adat, Pemerintah Didesak Kaji Pembatalan Konsensi Tambang AMNT
1. Rawan Sengketa
Proses balik nama sertifikat tanah yang terlalu lama justru akan memunculkan konflik. Saat sudah membeli lahan/tanah, sebaiknya segera balik nama sertifikat menjadi hak milik pemilik baru.
Jika tidak segera diganti dan atas nama pemilik lama, ahli waris pemilik lama justru bisa saja mengklaim kembali tanah tersebut.
2. Rawan dijual Ilegal
Sertifikat tanah atas nama pemilik lama yang tak kunjung dibalik nama juga berisiko dijual secara illegal.
Dalam beberapa kasus, sertifikat bisa digandakan atau dijual secara illegal oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
3. Masuk dalam Masalah Perpajakan
Terlambatnya balik nama sertifikat tanah atas nama pemilik baru bisa dianggap sebagai pelanggaran administrasi yang berdampak pada kewajiban perpajakan.
Pemilik baru justru akan mengalami kendala saat mengurus dokumen lain seperti IMB, SLF, atau bahkan saat terjadi pemeriksaan aset oleh pemerintah.
4. Tidak diakui secara hukum
Jika sertifikat tanah masih atas nama pemilik lama, maka secara hukum Anda belum sah sebagai pemilik.
Hal ini akan menyulitkan jika suatu saat Anda ingin menjual, mengagunkan ke bank, atau diwariskan kepada ahli waris.
5. Proses transaksi lainnya terhambat
Sertifikat tanah atas nama pemilik lama yang tak kunjung dibalik nama akan menghambat berbagai proses transaksi lainnya, salah satu contohnya seperti pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Bank tidak bersedia memproses pinjaman jika nama pemilik di sertifikat tidak sesuai dengan pemohon.
Balik nama sertifikat tanah bukan hanya sekedar administrasi, melainkan bagian dari mekanisme hukum yang memastikan kepemilikan tanah diakui dan dilindungi oleh negara.
Tahapan proses balik nama sertifikat ini mulai dari pembuatan akta peralihan hak, pemenuhan persyaratan administratif, pengajuan pendaftaran ke kantor pertanahan, dan pencatatan serta penerbitan sertifikat.
Berikut cara balik nama sertifikat tanah:
1. Siapkan Dokumen penting
- Sertifikat tanah asli
- KTP dan KK dari pemilik lama dan Anda sebagai pemilik baru
- Akta jual beli (AJB) dari notaris
- Bukti pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) dari penjual
- Bukti pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dari Anda sebagai pembeli
- Surat Pengantar dari kelurahan atau desa
2. Bawa dokumen ke kantor Pertanahan
3. Pengajuan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN)
4. Proses Verifikasi Dokumen
5. Bayar Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah
6. Sertifikat Baru Diterbitkan
Dalam proses balik nama sertifikat tanan ini sangat riskan dan harus berhati-hati, berikut tips balik nama yang aman:
1. Gunakan jasa notaris (PPAT resmi)
2. Siapkan dokumen lengkap (AJB, KTP, KK, PBB, dll)
3. Bayar pajak dan biaya administrasi tepat waktu
4. Simpan bukti transaksi dan dokumen legal dengan baik
Segera urus dan balik nama sertifikat tanah anda yang masih atas nama pemilik lama. Jangan tunggu masalah datang!
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Beli Sunscreen Kahf Online Original Hanya di Blibli
-
Rumah Dosen di Klungkung Dibobol, 12 Sertifikat Tanah Raib Dicuri
-
Kena OTT KPK, PAN Langsung Pecat Lalu Ahmad Zaini Sebagai Kader
-
Dua Tersangka Kasus Santri Terbakar Diperiksa Polisi
-
Penembak Sekuriti dan Warga Negara Maroko di Bali Punya Izin Senpi